PROKALTENG.CO-Menjadi orang tua tunggal atau single mother selama lebih dari satu dekade sejatinya bukanlah perjalanan yang mudah bagi Ayu Ting Ting.
Pedangdut yang dikenal publik luas lewat tembang Alamat Palsu mengaku harus menjalani dua peran sekaligus sebagai seorang ibu dan ayah dalam membesarkan putrinya, Bilqis Khumairah Razak.
Meski penuh tantangan, Ayu bersyukur mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu hadir membantu dan mengasuh sang buah hati.
Pengakuan tersebut disampaikan Ayu Ting Ting saat menjadi bintang tamu dalam podcast di kanal YouTube Oki Setiana Dewi. Dalam perbincangan itu, Ayu mengungkapkan perjuangan menjadi single mother selama 12 tahun telah mengajarkannya banyak hal, terutama tentang tanggung jawab sekaligus pengorbanan sebagai orang tua.
“Perjuangannya pasti luar biasa. Tapi aku sudah menjadi single mother 12 tahun ya, dan itu nggak mudah karena aku pasti harus menjalani dua peran sekaligus,” kata Ayu Ting Ting.
Menurut Ayu, menjalankan peran sebagai ayah dan ibu secara bersamaan bukan pekerjaan yang mudah. Di tengah kesibukannya sebagai penyanyi sekaligus presenter yang hampir tiap hari bekerja, dia tetap berusaha mengawasi tumbuh kembang Bilqis agar tidak kehilangan perhatian dari dirinya.
Meski demikian, Ayu menyadari dirinya tidak mungkin bisa menjalankan semua peran dengan sempurna seorang diri. Karena itu, ia merasa sangat beruntung memiliki kedua orang tua yang selalu menjadi tempat bergantung sekaligus membantu mengurusi Bilqis sejak kecil.
“Jadi ayah sekaligus jadi ibu, apalagi aku bekerja terus tiap hari, harus tetap ngontrol anak juga. Untungnya aku ada ayah ibu. Masya Allah mereka ngebantuin banget. Mungkin kalau nggak ada mereka, aku juga bingung,” ungkapnya.
Ayu menegaskan bahwa mempercayakan Bilqis kepada kedua orang tuanya membuatnya merasa tenang saat harus bekerja. Baginya, tidak ada tempat yang lebih aman untuk menitipkan sang putri selain kepada keluarga sendiri.
Di balik fakta Bilqis tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah kandung di rumah, Ayu memastikan putrinya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang. Peran sang kakek dan nenek dinilai sangat besar dalam memberikan perhatian, cinta, serta pendampingan setiap hari.
Menurut Ayu, kedua orang tuanya selalu siap mendampingi Bilqis dalam berbagai aktivitas. Bahkan hingga kini, sang ayah masih rutin mengantar sekaligus menjemput cucunya, sehingga Bilqis tetap merasakan kehangatan keluarga yang utuh.
“Dari kecil ada ayah, ada ibu yang udah kayak anaknya dia sendiri gitu. Jadi Bilqis mau ngapain, Bilqis mau ke mana aja, orang tuaku selalu standby 24 jam. Bahkan ayah juga kadang sampai detik ini masih kayak antar jemput Bilqis,” tutur Ayu.(jpc)


