Sepak bola Indonesia berduka setelah tokoh suporter Persebaya Surabaya, atau Andi Kristiantono, meninggal dunia di RS Soewandi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.
Kepergiannya memicu gelombang belasungkawa dari kalangan suporter, aktivis, hingga pecinta sepak bola nasional.
Siapa Andie Peci dan Kabar Meninggalnya?
Kabar wafatnya Andie Peci pertama kali disampaikan Pengurus Pusat Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).
Organisasi tersebut mengumumkan Andi Kristiantono meninggal dunia pada Jumat siang di RS Soewandi, Surabaya.
“Kabar Duka. Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah kawan seperjuangan kita Sekjend KASBI Bung Andi Kristiantono (Andi Peci). Pada hari ini Jum’at 10 Juli 2026, sekitar pukul 11.20 di RS Soewandi, Surabaya, Jawa Timur,” tulis Pengurus Pusat Konfederasi KASBI.
Dalam pernyataan yang sama, PP KASBI juga menyampaikan doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Kabar tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan duka dari banyak kalangan.
“Do’a terbaik, semoga Almarhum Bung Andi Kristiantono mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin. PP KASBI.”
Andie Peci selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki memori kuat dengan komunitas suporter Persebaya Surabaya, Bonek.
Namanya juga dikenal luas sebagai aktivis yang aktif menyuarakan berbagai isu sosial di luar dunia sepak bola.
Ribuan Doa Mengalir dari Suporter Persebaya Surabaya
Unggahan terakhir di kanal Instagram pribadi Andie Peci langsung dipenuhi ucapan belasungkawa. Banyak suporter mengenang dedikasi dan sosoknya yang dinilai memberikan inspirasi bagi komunitas Green Force.
Salah satu suporter menuliskan, “rest in love nggih cak, dedikasimu abadi.” Ucapan itu menjadi salah satu dari banyak doa yang terus berdatangan sejak kabar duka diumumkan.
Suporter lainnya juga menyampaikan doa dengan kalimat, “swargi langgeng om..” serta “Sugeng tindak Mas Andi peci Kulo saksine Panjenengan tiyang sae..” yang menggambarkan penghormatan terhadap sosok almarhum.
Ucapan belasungkawa terus berdatangan dari berbagai akun media sosial. Beberapa di antaranya menulis, “Husnul khotimah pak..” dan “Sugeng tindak, Pak.” sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Andie Peci.
Gelombang doa tersebut menunjukkan besarnya pengaruh Andie Peci di kalangan suporter Persebaya Surabaya.
Kepergiannya menjadi kehilangan yang dirasakan tidak hanya oleh komunitas Green Force, tetapi juga oleh banyak pecinta sepak bola Indonesia.
Jenazah Dibawa ke Madiun untuk Dimakamkan
Informasi terbaru yang diterima JawaPos.com menyebutkan jenazah Andie Peci akan dibawa ke Kota Madiun. Rumah duka berada di Jalan Tanjung Manis Nomor 61, Desa Manisrejo, Madiun.
Keluarga, sahabat, rekan perjuangan, dan para suporter diperkirakan akan memberikan penghormatan terakhir sebelum proses pemakaman dilaksanakan.
Hingga Jumat siang, ucapan belasungkawa masih terus mengalir melalui berbagai platform media sosial.
Kepergian Andie Peci meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.
Sosoknya akan terus dikenang sebagai salah satu tokoh suporter Persebaya Surabaya yang memiliki dedikasi besar terhadap komunitas serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Warisan semangat, kepedulian, dan kecintaannya terhadap Persebaya Surabaya dipastikan akan tetap hidup di hati para suporter.
Doa dan penghormatan yang terus berdatangan menjadi bukti besarnya jejak yang telah ia tinggalkan bagi sepak bola Indonesia.(jpc)


