Disdik Kalteng Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Kolaborasi dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui kolaborasi bersama TNI dan institusi kepolisian hingga aparat penegak hukum.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program seperti Polisi Keamanan Sekolah (PKS),Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) hingga Jaksa Masuk Sekolah (JMS) serta berbagai kegiatan pembinaan kebangsaan yang akan diterapkan di SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di seluruh Kalteng.

‎Kepala Disdik Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar menghadirkan aparat ke sekolah, tetapi bertujuan membentuk peserta didik yang disiplin, taat aturan, serta memiliki karakter yang kuat.

‎”Terkait dengan Program Jaksa Masuk Sekolah dan Polisi Keamanan Sekolah, jangan sampai anak-anak Kalimantan Tengah ini tidak tahu aturan. Itu yang menjadi tujuan utama program ini,” ujar Reza Prabowo kepada awak media usai kegiatan Penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, di halaman kantor Gubernur, Kamis (16/6/2026).

Baca Juga :  Hibur Masyarakat Kalteng, Gubernur Tampilkan NDX di Konser “Tour Isen Mulang Berkah”

‎Menurut Reza, pembentukan karakter merupakan salah satu perhatian utama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran.

Nilai-nilai budaya dan adat Dayak yang sarat dengan aturan, etika, dan penghormatan terhadap sesama menjadi bagian penting yang ingin terus ditanamkan kepada para peserta didik.

‎”Pak gubernur selalu menyampaikan bahwa adat Dayak memiliki aturan-aturan yang sangat luhur. Nilai-nilai itu ingin kita tanamkan supaya siswa-siswi kita tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,” katanya.

Electronic money exchangers listing

‎Selain memberikan edukasi hukum, Program Polisi Keamanan Sekolah juga diharapkan mampu membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Para murid nantinya akan mendapatkan pembinaan langsung dari jajaran kepolisian mengenai ketertiban, keamanan, serta tanggung jawab sebagai siswa.

‎”Polisi Keamanan Sekolah itu supaya adik-adik belajar disiplin. Jadi bukan hanya kepolisian, tetapi juga ada kejaksaan dan TNI yang bersama-sama memberikan pembinaan kepada peserta didik,” jelas Reza.

Baca Juga :  DPRD Apresiasi Program Pendidikan Karakter Kebhinekaan di Palangka Raya

‎Ia menambahkan, Disdik juga menggandeng TNI melalui berbagai program pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan, seperti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bentuk sinergi dalam membangun generasi muda Kalimantan Tengah yang tangguh dan cinta tanah air.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui kolaborasi bersama TNI dan institusi kepolisian hingga aparat penegak hukum.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program seperti Polisi Keamanan Sekolah (PKS),Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) hingga Jaksa Masuk Sekolah (JMS) serta berbagai kegiatan pembinaan kebangsaan yang akan diterapkan di SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di seluruh Kalteng.

‎Kepala Disdik Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar menghadirkan aparat ke sekolah, tetapi bertujuan membentuk peserta didik yang disiplin, taat aturan, serta memiliki karakter yang kuat.

Electronic money exchangers listing

‎”Terkait dengan Program Jaksa Masuk Sekolah dan Polisi Keamanan Sekolah, jangan sampai anak-anak Kalimantan Tengah ini tidak tahu aturan. Itu yang menjadi tujuan utama program ini,” ujar Reza Prabowo kepada awak media usai kegiatan Penguatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, di halaman kantor Gubernur, Kamis (16/6/2026).

Baca Juga :  Hibur Masyarakat Kalteng, Gubernur Tampilkan NDX di Konser “Tour Isen Mulang Berkah”

‎Menurut Reza, pembentukan karakter merupakan salah satu perhatian utama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran.

Nilai-nilai budaya dan adat Dayak yang sarat dengan aturan, etika, dan penghormatan terhadap sesama menjadi bagian penting yang ingin terus ditanamkan kepada para peserta didik.

‎”Pak gubernur selalu menyampaikan bahwa adat Dayak memiliki aturan-aturan yang sangat luhur. Nilai-nilai itu ingin kita tanamkan supaya siswa-siswi kita tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,” katanya.

‎Selain memberikan edukasi hukum, Program Polisi Keamanan Sekolah juga diharapkan mampu membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Para murid nantinya akan mendapatkan pembinaan langsung dari jajaran kepolisian mengenai ketertiban, keamanan, serta tanggung jawab sebagai siswa.

‎”Polisi Keamanan Sekolah itu supaya adik-adik belajar disiplin. Jadi bukan hanya kepolisian, tetapi juga ada kejaksaan dan TNI yang bersama-sama memberikan pembinaan kepada peserta didik,” jelas Reza.

Baca Juga :  DPRD Apresiasi Program Pendidikan Karakter Kebhinekaan di Palangka Raya

‎Ia menambahkan, Disdik juga menggandeng TNI melalui berbagai program pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan, seperti kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bentuk sinergi dalam membangun generasi muda Kalimantan Tengah yang tangguh dan cinta tanah air.

Terpopuler

Artikel Terbaru