Asap Bukan Sekadar Masalah Lingkungan
Dalam perspektif ekonomi, polusi udara merupakan eksternalitas negatif.
Biaya akibat kebakaran tidak sepenuhnya ditanggung oleh pihak yang menyebabkan kebakaran, tetapi dialihkan kepada masyarakat.
Ketika asap menyelimuti Palangka Raya, masyarakat menanggung biaya tambahan untuk kesehatan, masker, obat-obatan, dan pemeriksaan medis.
Aktivitas sekolah dapat terganggu, produktivitas pekerja menurun, dan pelaku usaha menghadapi berkurangnya mobilitas masyarakat.
Transportasi dan pariwisata juga berpotensi terdampak.
Dengan demikian, kerugian karhutla bukan hanya biaya pemadaman, tetapi juga kehilangan produktivitas, biaya kesehatan, gangguan pendidikan, dan potensi penurunan aktivitas ekonomi.
Pengalaman 2019 memberikan pelajaran penting.
Bank Dunia memperkirakan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menimbulkan kerugian sekitar US$5,2 miliar atau sekitar 0,5 persen PDB nasional.
Angka ini bukan estimasi kerugian Kalimantan Tengah pada 2026, tetapi menunjukkan besarnya biaya ekonomi yang dapat muncul apabila karhutla tidak dikendalikan.
Asap Bukan Sekadar Masalah Lingkungan
Dalam perspektif ekonomi, polusi udara merupakan eksternalitas negatif.
Biaya akibat kebakaran tidak sepenuhnya ditanggung oleh pihak yang menyebabkan kebakaran, tetapi dialihkan kepada masyarakat.
Ketika asap menyelimuti Palangka Raya, masyarakat menanggung biaya tambahan untuk kesehatan, masker, obat-obatan, dan pemeriksaan medis.
Aktivitas sekolah dapat terganggu, produktivitas pekerja menurun, dan pelaku usaha menghadapi berkurangnya mobilitas masyarakat.
Transportasi dan pariwisata juga berpotensi terdampak.
Dengan demikian, kerugian karhutla bukan hanya biaya pemadaman, tetapi juga kehilangan produktivitas, biaya kesehatan, gangguan pendidikan, dan potensi penurunan aktivitas ekonomi.
Pengalaman 2019 memberikan pelajaran penting.
Bank Dunia memperkirakan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menimbulkan kerugian sekitar US$5,2 miliar atau sekitar 0,5 persen PDB nasional.
Angka ini bukan estimasi kerugian Kalimantan Tengah pada 2026, tetapi menunjukkan besarnya biaya ekonomi yang dapat muncul apabila karhutla tidak dikendalikan.