Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah diprediksi meningkat pada 2026 seiring datangnya musim kemarau panjang hingga lebih dari lima bulan.
BMKG memprediksi kemarau 2026 lebih panjang hingga empat bulan tanpa hujan. BPBD Palangka Raya pun memperkuat langkah antisipasi, termasuk pemetaan wilayah rawan dan pembentukan pos lapangan.
Tomy Irawan Diran, menegaskan pentingnya pemerintah daerah untuk memprioritaskan penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan seperti lahan gambut dan lahan kering.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Kalteng Leonard S. Ampung menegaskan pentingnya langkah preventif untuk mengatasi karhutla, yang menurutnya merupakan jenis bencana slow-onset.
Mengantisipasi potensi bencana saat musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi mengaktifkan 77 Posko dan Pos Lapangan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Wilayah Kalimantan. Melalui Daops Manggala Agni Kalimantan I Palangka Raya. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan dan Pemerintah Kecamatan Tewang Sangalang Garing perkuat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).