Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau, Herman Wibowo, menilai lahan gambut perlu dikelola secara inovatif dan berbasis kajian ilmiah agar tetap lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wabup Pulang Pisau mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla mengingat sebagian besar wilayah daerah tersebut merupakan lahan gambut yang rawan terbakar.
Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung. Mendorong keterlibatan aktif tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga ketua RT dan RW dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan
Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah diprediksi meningkat pada 2026 seiring datangnya musim kemarau panjang hingga lebih dari lima bulan.
BMKG memprediksi kemarau 2026 lebih panjang hingga empat bulan tanpa hujan. BPBD Palangka Raya pun memperkuat langkah antisipasi, termasuk pemetaan wilayah rawan dan pembentukan pos lapangan.
Tomy Irawan Diran, menegaskan pentingnya pemerintah daerah untuk memprioritaskan penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan seperti lahan gambut dan lahan kering.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Kalteng Leonard S. Ampung menegaskan pentingnya langkah preventif untuk mengatasi karhutla, yang menurutnya merupakan jenis bencana slow-onset.