Pelemahan rupiah dan tingginya harga komoditastidak otomatis memperkuat APBD daerah penghasil.
Selama desain fiskal nasional belum mampu menghubungkan kekayaansumber daya alam dengan kesejahteraan fiskal daerah, paradoksitu akan terus berulang.
Sawit dan tambang menghasilkan triliunan rupiah, tetapi daerah penghasil tetap kesulitan membiayai pembangunannya sendiri.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya dan Ketua Dewan  Pengarah ISEI Cabang PalangkaRaya untuk Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Pelemahan rupiah dan tingginya harga komoditastidak otomatis memperkuat APBD daerah penghasil.
Selama desain fiskal nasional belum mampu menghubungkan kekayaansumber daya alam dengan kesejahteraan fiskal daerah, paradoksitu akan terus berulang.
Sawit dan tambang menghasilkan triliunan rupiah, tetapi daerah penghasil tetap kesulitan membiayai pembangunannya sendiri.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya dan Ketua Dewan  Pengarah ISEI Cabang PalangkaRaya untuk Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.