Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Percepatan MoU Tata Kelola Pekerja Migran RI-Filipina

Dari jumlah tersebut, sebanyak 73.410 lowongan atau 25,31 persen telah dilamar, sedangkan 216.648 lowongan atau 74,69 persen masih tersedia.

Kebutuhan tenaga kerja tersebut tersebar di berbagai sektor, terutama pekerja domestik, kesehatan, dan manufaktur. Adapun negara tujuan yang tercatat antara lain Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Turki.

Menteri Mukhtarudin menegaskan, pemerintah terus mendorong pergeseran paradigma penempatan Pekerja Migran dari orientasi pekerja berkeahlian rendah (lowskill) menuju pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi (medium-high skill).

“Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah pelindungan maksimal dari sebelum, selama dan setelah bekerja, serta penempatan berkualitas,” beber Mukhtarudin.

SMK Go Global Buka Akses Pasar Kerja Filipina

Baca Juga :  Bapperida Kalteng Gelar Rakor Terpadu, Evaluasi Penghapusan BPHTB dan Percepatan PBG Rumah MBR

Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas Pekerja Migran, KP2MI juga mengembangkan program SMK Go Global untuk membuka akses lulusan pendidikan vokasi Indonesia menuju pasar kerja global, termasuk Filipina.

Mukhtarudin menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet pada 20 Oktober 2025, dengan sasaran menyiapkan 500.000 tenaga kerja melalui pelatihan.

Electronic money exchangers listing

Sasaran program terdiri atas 300.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) lulusan SMK dan 200.000 CPMI umum.

Pelatihan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada sektor caregiver/careworker, welder, pengemudi truk, hospitality, serta sektor prioritas lainnya di berbagai negara penempatan.

“Program SMK Go Global ini dibentuk untuk memberi akses kepada lulusan pendidikan vokasi menuju pasar kerja global, termasuk Filipina,” kata Mukhtarudin.

Baca Juga :  Mukhtarudin Gandeng Pensiunan BNP2TKI-BP2MI Perkuat Tata Kelola Pekerja Migran

252.240 Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) periode Januari hingga 6 September 2026, Kementerian P2MI telah memfasilitasi sebanyak 252.240 layanan penempatan Pekerja Migran secara nasional.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 73.410 lowongan atau 25,31 persen telah dilamar, sedangkan 216.648 lowongan atau 74,69 persen masih tersedia.

Kebutuhan tenaga kerja tersebut tersebar di berbagai sektor, terutama pekerja domestik, kesehatan, dan manufaktur. Adapun negara tujuan yang tercatat antara lain Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, dan Turki.

Menteri Mukhtarudin menegaskan, pemerintah terus mendorong pergeseran paradigma penempatan Pekerja Migran dari orientasi pekerja berkeahlian rendah (lowskill) menuju pekerja berkeahlian menengah hingga tinggi (medium-high skill).

Electronic money exchangers listing

“Arahan Bapak Presiden Prabowo kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah pelindungan maksimal dari sebelum, selama dan setelah bekerja, serta penempatan berkualitas,” beber Mukhtarudin.

SMK Go Global Buka Akses Pasar Kerja Filipina

Baca Juga :  Bapperida Kalteng Gelar Rakor Terpadu, Evaluasi Penghapusan BPHTB dan Percepatan PBG Rumah MBR

Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas Pekerja Migran, KP2MI juga mengembangkan program SMK Go Global untuk membuka akses lulusan pendidikan vokasi Indonesia menuju pasar kerja global, termasuk Filipina.

Mukhtarudin menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet pada 20 Oktober 2025, dengan sasaran menyiapkan 500.000 tenaga kerja melalui pelatihan.

Sasaran program terdiri atas 300.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) lulusan SMK dan 200.000 CPMI umum.

Pelatihan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pada sektor caregiver/careworker, welder, pengemudi truk, hospitality, serta sektor prioritas lainnya di berbagai negara penempatan.

“Program SMK Go Global ini dibentuk untuk memberi akses kepada lulusan pendidikan vokasi menuju pasar kerja global, termasuk Filipina,” kata Mukhtarudin.

Baca Juga :  Mukhtarudin Gandeng Pensiunan BNP2TKI-BP2MI Perkuat Tata Kelola Pekerja Migran

252.240 Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) periode Januari hingga 6 September 2026, Kementerian P2MI telah memfasilitasi sebanyak 252.240 layanan penempatan Pekerja Migran secara nasional.

Terpopuler

Artikel Terbaru