PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO— Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terkendala kondisi cuaca, akibat jarak pandang (visibility) yang tidak memenuhi syarat keselamatan penerbangan.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengungkapkan bahwa armada OMC membutuhkan jarak pandang sekitar 5.000 meter untuk dapat terbang, sehingga penanganan saat ini terus dimaksimalkan melalui operasi pemadaman darat, lima armada water bombing, serta penyaluran dua juta liter air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Pesawatnya tidak bisa terbang, Kan dia membutuhkan sekitar 5.000 meter jarak pandang untuk terbang,” kata Agustiar, Sabtu (19/9/2026).
Selain dukungan operasi udara, pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan BNPB terkait bantuan penanganan karhutla di Kalteng.
Sebelumnya, BNPB juga telah menjalankan OMC di wilayah Kalteng sebagai bagian dari upaya pembasahan lahan dan pengendalian karhutla.
Agustiar menyebut, data mengenai luasan karhutla di Kalteng menunjukkan perbedaan antara data Kementerian Kehutanan dan data pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan Menteri Kehutanan, luasan karhutla di Kalteng mencapai sekitar 15.200 hektare. Sementara berdasarkan data BPBD Kalteng, luasnya berada di kisaran 12.000 hektare.
“Menurut Menteri Kehutanan, kita sekitar 15.200 hektare, Tapi menurut data BPBD kami 12.000 lebih,” ujarnya.
Meski terdapat perbedaan pencatatan, Agustiar menyebut kondisi karhutla di Kalteng masih relatif terkendali.
Namun, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena asap dari wilayah lain juga dapat terbawa ke Kalteng.


