Listrik Padam Berjam-jam, Wagub Kalteng Minta Penjelasan PLN

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemadaman listrik bergilir kembali dikeluhkan masyarakat di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah warga mengaku harus mengalami pemadaman hingga sekitar enam jam, sehingga mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo meminta PT PLN memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.

Ia juga berharap pemadaman tidak lagi dilakukan apabila pasokan energi dan bahan bakar pembangkit dalam kondisi normal.

Edy Pratowo mengaku belum menerima laporan resmi terkait penyebab terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama itu.

Meski demikian, ia memastikan akan melakukan pengecekan lebih lanjut kepada pihak terkait.

“Saya kebetulan belum mendapat informasinya ya, jadi nanti coba kita akan cek lagi. Mungkin ada kendala di mana, tapi saya berharap sebenarnya pemadaman tidak terjadi,” ujar Edy, Senin (27/7/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Jabatan Adalah Amanah, Layani Masyarakat Sebaik-baiknya

Dia menegaskan, selama pasokan energi dan ketersediaan sumber daya pendukung, termasuk bahan bakar untuk pembangkit listrik, masih dalam kondisi normal, maka pelayanan kepada masyarakat harus tetap terjaga.

“Sepanjang memang ini masih dalam batas yang normal, pasokan, ketersediaan sumber-sumber tenaga yang dibutuhkan, bahan bakar misalnya, mencukupi, kita berharap PLN tidak melakukan pemadaman,” katanya.

Selain menyoroti aspek pelayanan, Ketua DPD Partai Golkar Kalteng ini juga menilai keterbukaan informasi dari PLN kepada masyarakat sangat penting, terutama ketika terjadi gangguan yang berdampak luas.

Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai penyebab maupun estimasi waktu pemulihan listrik.

“Saya kira keterbukaan sangat perlu. Kita harus bisa menerima masukan-masukan dari berbagai pihak, dari masyarakat. Karena itu penting dalam langkah kita untuk mengoreksi diri agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di bidang masing-masing dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Meski Hotspot Menurun di Palangka Raya, Pemko Tegaskan Tetap Waspada Karhutla

Dia berharap PLN dapat meningkatkan komunikasi dengan masyarakat sehingga setiap gangguan layanan dapat diketahui penyebabnya dan tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.

Lebih lanjut, Edy menekankan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan utama masyarakat yang menopang hampir seluruh aktivitas, mulai dari rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik hingga sektor usaha. Oleh karena itu, keandalan pasokan listrik harus menjadi prioritas.

“Dalam situasi sekarang ini, kita harapkan jangan lagi masyarakat kita dibebani dengan hal-hal yang memberatkan. Listrik itu sumber kehidupan, sumber penerangan bagi masyarakat. Semua sekarang ini menggunakan listrik, jadi itu harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir masyarakat Palangka Raya kembali mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang berlangsung hingga sekitar enam jam di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu dan memunculkan harapan agar PLN segera memberikan penjelasan sekaligus memastikan layanan kelistrikan kembali normal. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemadaman listrik bergilir kembali dikeluhkan masyarakat di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah warga mengaku harus mengalami pemadaman hingga sekitar enam jam, sehingga mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo meminta PT PLN memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.

Electronic money exchangers listing

Ia juga berharap pemadaman tidak lagi dilakukan apabila pasokan energi dan bahan bakar pembangkit dalam kondisi normal.

Edy Pratowo mengaku belum menerima laporan resmi terkait penyebab terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama itu.

Meski demikian, ia memastikan akan melakukan pengecekan lebih lanjut kepada pihak terkait.

“Saya kebetulan belum mendapat informasinya ya, jadi nanti coba kita akan cek lagi. Mungkin ada kendala di mana, tapi saya berharap sebenarnya pemadaman tidak terjadi,” ujar Edy, Senin (27/7/2026).

Baca Juga :  Jabatan Adalah Amanah, Layani Masyarakat Sebaik-baiknya

Dia menegaskan, selama pasokan energi dan ketersediaan sumber daya pendukung, termasuk bahan bakar untuk pembangkit listrik, masih dalam kondisi normal, maka pelayanan kepada masyarakat harus tetap terjaga.

“Sepanjang memang ini masih dalam batas yang normal, pasokan, ketersediaan sumber-sumber tenaga yang dibutuhkan, bahan bakar misalnya, mencukupi, kita berharap PLN tidak melakukan pemadaman,” katanya.

Selain menyoroti aspek pelayanan, Ketua DPD Partai Golkar Kalteng ini juga menilai keterbukaan informasi dari PLN kepada masyarakat sangat penting, terutama ketika terjadi gangguan yang berdampak luas.

Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai penyebab maupun estimasi waktu pemulihan listrik.

“Saya kira keterbukaan sangat perlu. Kita harus bisa menerima masukan-masukan dari berbagai pihak, dari masyarakat. Karena itu penting dalam langkah kita untuk mengoreksi diri agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di bidang masing-masing dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Meski Hotspot Menurun di Palangka Raya, Pemko Tegaskan Tetap Waspada Karhutla

Dia berharap PLN dapat meningkatkan komunikasi dengan masyarakat sehingga setiap gangguan layanan dapat diketahui penyebabnya dan tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.

Lebih lanjut, Edy menekankan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan utama masyarakat yang menopang hampir seluruh aktivitas, mulai dari rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik hingga sektor usaha. Oleh karena itu, keandalan pasokan listrik harus menjadi prioritas.

“Dalam situasi sekarang ini, kita harapkan jangan lagi masyarakat kita dibebani dengan hal-hal yang memberatkan. Listrik itu sumber kehidupan, sumber penerangan bagi masyarakat. Semua sekarang ini menggunakan listrik, jadi itu harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir masyarakat Palangka Raya kembali mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang berlangsung hingga sekitar enam jam di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu dan memunculkan harapan agar PLN segera memberikan penjelasan sekaligus memastikan layanan kelistrikan kembali normal. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru