PT PLN menyepakati penghentian pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Barito Selatan mulai 5 Agustus 2026 setelah menerima aspirasi masyarakat yang didukung DPRD.
Gubernur Agustiar Sabran menemui massa GPG dan mendengarkan keluhan terkait pemadaman listrik bergilir. Dialog dengan PLN diharapkan menghasilkan solusi bagi masyarakat.
Saat aksi damai di Kantor PLN, seorang peternak ayam di Kalteng mengaku merugi setelah sekitar 400 ekor ayam mati akibat pemadaman listrik yang mengganggu suplai oksigen di kandang.
Massa Gerakan Palangka Raya Gelap menolak dialog virtual dan mendesak General Manager PLN hadir langsung untuk menjawab keluhan terkait pemadaman listrik bergilir.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin mendesak PLN memberikan kepastian dan menerapkan kebijakan yang lebih adil terkait pemadaman listrik bergilir yang terus melanda Muara Teweh.
PLN menyatakan pemadaman bergilir di Palangka Raya masih berpotensi terjadi selama proses pemulihan sistem kelistrikan Kalimantan belum sepenuhnya stabil.