NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan lahan gambut Tanah Kas Desa (TKD) Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau pada Rabu (7/10) menyisakan duka mendalam. Lahan perkebunan kelapa sawit produktif seluas tujuh hektare dari total 10 hektare area perkebunan dilaporkan hangus diterjang api dari bawah tanah.
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan pohon sawit produktif berusia delapan tahun tumbang satu per satu. Meski bagian daun dan batang tampak masih hijau serta kokoh dari luar, struktur akar dan tanah gambut di bawahnya telah hancur terkikis bara api.
Karakteristik kebakaran lahan gambut yang merambat melintasi lapisan bahan organik kering di bawah permukaan menjadi penyebab utama tumbangnya tanaman perkebunan tersebut. Tanpa penopang akar yang kuat, pohon-pohon sawit yang sedang berada pada puncak masa panen tersebut akhirnya kehilangan pijakan.
Kejadian ini melumpuhkan salah satu penopang perekonomian desa. Dalam kondisi normal, area perkebunan tersebut mampu menghasilkan rata-rata empat ton kelapa sawit dalam sekali panen dengan rotasi rutin setiap tiga minggu sekali.
Plt Camat Sematu Jaya, Tri Santoso, menyayangkan musibah yang menimpa kebun kas desa tersebut. Menurutnya, hasil panen dari lahan ini merupakan salah satu sumber pendapatan asli desa (PADes) yang amat diandalkan, terlebih operasional pembukaan awal lahan dan perawatan tanaman masih dalam status tanggungan pinjaman.
“Sudah panen, hasil untuk pendapatan desa, tapi masih ada tanggungan pinjaman untuk membuka lahan, penanaman, dan perawatan. Sayang sekali, lagi banyak-banyaknya buah padahal,” ungkap Tri Santoso di lokasi kejadian.
Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilancarkan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Satgas Karhutla Kabupaten Lamandau, pihak kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat guna mengisolasi pergerakan api bawah tanah agar tidak meluas ke pemukiman atau area perkebunan warga sekitar. (bib)

