PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Palangka Raya sejak akhir Juni 2026 berpotensi berlangsung hingga proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan benar-benar stabil.
“System kelistrikan Kalimantan saat ini masih dalam kondisi terkendali,” ujar Asisten Manager Keuangan dan Umum PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, Sabtu. (4/7/2026).
Dia menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari upaya pengaturan beban secara terbatas untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di sistem Kalimantan yang masih dalam tahap pemulihan.
“Pemadaman yang dilakukan merupakan manajemen beban secara terbatas dan terukur,” katanya.
Kondisi tersebut terjadi akibat adanya gangguan pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada berkurangnya kemampuan suplai listrik ke sistem kelistrikan Kalimantan.
Namun demikian, proses perbaikan dan pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan mulai masuknya kembali sejumlah unit pembangkit yang telah selesai diperbaiki ke dalam sistem.
“Dengan masuknya pembangkit yang sudah selesai perbaikan, daya mampu pasok mulai berangsur membaik sejak Juli 2026,” ujar Gian mengutip keterangan dari General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng.
PLN menargetkan seluruh sistem kelistrikan Kalimantan dapat kembali normal dengan cadangan daya yang cukup pada September 2026.
Meski demikian, selama masa pemulihan berlangsung, masyarakat di Palangka Raya dan wilayah lain yang terhubung dalam sistem kelistrikan Kalimantan masih berpotensi terdampak pengaturan beban.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT PLN (Persero) menyatakan pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Palangka Raya sejak akhir Juni 2026 berpotensi berlangsung hingga proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan benar-benar stabil.
“System kelistrikan Kalimantan saat ini masih dalam kondisi terkendali,” ujar Asisten Manager Keuangan dan Umum PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya, Sabtu. (4/7/2026).
Dia menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari upaya pengaturan beban secara terbatas untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di sistem Kalimantan yang masih dalam tahap pemulihan.
“Pemadaman yang dilakukan merupakan manajemen beban secara terbatas dan terukur,” katanya.
Kondisi tersebut terjadi akibat adanya gangguan pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada berkurangnya kemampuan suplai listrik ke sistem kelistrikan Kalimantan.
Namun demikian, proses perbaikan dan pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan mulai masuknya kembali sejumlah unit pembangkit yang telah selesai diperbaiki ke dalam sistem.
“Dengan masuknya pembangkit yang sudah selesai perbaikan, daya mampu pasok mulai berangsur membaik sejak Juli 2026,” ujar Gian mengutip keterangan dari General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng.
PLN menargetkan seluruh sistem kelistrikan Kalimantan dapat kembali normal dengan cadangan daya yang cukup pada September 2026.
Meski demikian, selama masa pemulihan berlangsung, masyarakat di Palangka Raya dan wilayah lain yang terhubung dalam sistem kelistrikan Kalimantan masih berpotensi terdampak pengaturan beban.