Perkuat Pelindungan dari Hulu
Lebih jauh, Menteri Mukhtarudin menegaskan SMK Go Global tidak sekadar berorientasi pada penempatan Pekerja Migran ke luar negeri. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan pelindungan Pekerja Migran sejak dari hulu.
Peserta akan dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional sehingga memiliki kesiapan untuk bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan mendapatkan pelindungan negara.
Untuk memperluas jangkauan program, Kementerian P2MI menargetkan pembentukan 2.000 kelas pelatihan hingga 2029 yang tersebar di 23 wilayah BP3MI, termasuk Jawa Barat.
Dalam pelaksanaannya, program SMK Go Global berlandaskan Asta Mandala SMK Go Global, yang menjadi kerangka untuk memastikan program berjalan secara menyeluruh.
Asta Mandala tersebut diwujudkan melalui Panca Sukses, yakni sukses kompetensi, sukses pelindungan, sukses penempatan, sukses remitansi, dan sukses tata kelola.
Lima aspek tersebut kemudian diarahkan untuk menghasilkan Tri Dampak, yakni dampak sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dampak ekonomi.
“Namanya Asta Mandala SMK Go Global, lima sukses dan tiga dampak,” tegas Menteri Mukhtarudin.
Antusiasme Masyarakat Tinggi
Mukhtarudin juga menyampaikan apresiasi kepada UKRI dan Migrant Center UKRI yang telah membuka pelatihan peningkatan kapasitas bagi calon Pekerja Migran di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung.
Menteri Mukhtarudin menilai antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat dari pelaksanaan pendaftaran yang telah memasuki beberapa tahap.
“Terbukti kita melakukan pendaftaran batch 1, kita buka lagi batch 2, dan sekarang sedang bersiap lagi untuk yang ke-batch ketiga,” ungkap Menteri.
Menurut Mukhtarudin, tingginya minat tersebut menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus peluang besar untuk memperkuat kesiapan calon Pekerja Migran sebelum memasuki pasar kerja global.


