SMK Go Global Bidik 500 Ribu Calon Pekerja Migran hingga 2029

Target tersebut, kata Menteri Mukhtarudin, menjadi program prioritas dan quick win pemerintah yang diarahkan sesuai kebutuhan industri internasional.

“Ini adalah program direktif Presiden, program prioritas Bapak Presiden, yaitu sesuai dengan kebutuhan industri internasional sebagai program percepatan atau quick win,” imbuh Menteri P2MI.

Target 500 Ribu Calon Pekerja Migran

Mukhtarudin menjelaskan, target 500.000 peserta tersebut terbagi dalam dua klaster.

Sebanyak 300.000 orang berasal dari lulusan SMK, sementara 200.000 orang berasal dari masyarakat umum, termasuk sarjana.

Penyiapan dilakukan secara bertahap dengan target 40.000 orang pada 2026, meningkat menjadi 140.000 orang pada 2027, kemudian 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.

Baca Juga :  Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Cuci Tangan Pakai Sabun di Lima Waktu Penting Ini

Dengan demikian, hingga akhir 2029 ditargetkan sebanyak 500.000 calon Pekerja Migran telah mendapatkan pelatihan dan siap ditempatkan bekerja di luar negeri.

Electronic money exchangers listing

“Secara bertahap disiapkan sehingga sampai dengan 2029 akhir, itu 500.000 pekerja calon pekerja migran sudah siap ditempatkan bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Para lulusan program akan diarahkan mengisi peluang kerja di berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Turki, Singapura, Taiwan, negara-negara Eropa, Maladewa, hingga sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional sekaligus mempertimbangkan perkembangan kondisi geopolitik global.

“Ini fluktuatif dan selalu bergerak terus,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Target tersebut, kata Menteri Mukhtarudin, menjadi program prioritas dan quick win pemerintah yang diarahkan sesuai kebutuhan industri internasional.

“Ini adalah program direktif Presiden, program prioritas Bapak Presiden, yaitu sesuai dengan kebutuhan industri internasional sebagai program percepatan atau quick win,” imbuh Menteri P2MI.

Target 500 Ribu Calon Pekerja Migran

Electronic money exchangers listing

Mukhtarudin menjelaskan, target 500.000 peserta tersebut terbagi dalam dua klaster.

Sebanyak 300.000 orang berasal dari lulusan SMK, sementara 200.000 orang berasal dari masyarakat umum, termasuk sarjana.

Penyiapan dilakukan secara bertahap dengan target 40.000 orang pada 2026, meningkat menjadi 140.000 orang pada 2027, kemudian 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.

Baca Juga :  Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Cuci Tangan Pakai Sabun di Lima Waktu Penting Ini

Dengan demikian, hingga akhir 2029 ditargetkan sebanyak 500.000 calon Pekerja Migran telah mendapatkan pelatihan dan siap ditempatkan bekerja di luar negeri.

“Secara bertahap disiapkan sehingga sampai dengan 2029 akhir, itu 500.000 pekerja calon pekerja migran sudah siap ditempatkan bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Para lulusan program akan diarahkan mengisi peluang kerja di berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Turki, Singapura, Taiwan, negara-negara Eropa, Maladewa, hingga sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional sekaligus mempertimbangkan perkembangan kondisi geopolitik global.

“Ini fluktuatif dan selalu bergerak terus,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Terpopuler

Artikel Terbaru