SMK Go Global Bidik 500 Ribu Calon Pekerja Migran hingga 2029

PROKALTENG.CO – Program SMK Go Global ditargetkan menyiapkan 500.000 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil dan berdaya saing global hingga 2029.

Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional sekaligus memperkuat pelindungan pekerja migran sejak dari hulu.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan program SMK Go Global menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan 500.000 calon pekerja migran Indonesia terampil dan berdaya saing global hingga 2029.

Hal tersebut disampaikan Mukhtarudin saat memberikan arahan secara daring dalam Launching SMK Go Global Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Baca Juga :  Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Cuci Tangan Pakai Sabun di Lima Waktu Penting Ini

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III UKRI Suhaeri, Kepala Migrant Center UKRI Arief P, perwakilan BP3MI Jawa Barat, serta Asosiasi Perisai dan sejumlah pihak terkait.

Menteri Mukhtarudin mengatakan, program SMK Go Global merupakan langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan talenta Indonesia agar memiliki kompetensi, profesionalisme, serta daya saing untuk memasuki pasar kerja internasional.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja global menjadi peluang strategis bagi Indonesia di tengah bonus demografi.

Electronic money exchangers listing

Di sisi lain, sejumlah negara menghadapi persoalan aging population yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja produktif.

“Kondisi ini tentu membuka peluang kerja, membuka peluang strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan pasar kerja global. Nah, inilah salah satu upaya kita melalui program SMK Go Global,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Baca Juga :  Ketua MPR Tegaskan TNI Garda Terdepan Penjaga Ideologi Pancasila

Menteri Mukhtarudin menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet pada 20 Oktober 2025 mengenai pentingnya menyiapkan 500.000 pekerja migran Indonesia terampil atau skilled worker pada periode 2026-2029.

PROKALTENG.CO – Program SMK Go Global ditargetkan menyiapkan 500.000 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil dan berdaya saing global hingga 2029.

Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional sekaligus memperkuat pelindungan pekerja migran sejak dari hulu.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan program SMK Go Global menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan 500.000 calon pekerja migran Indonesia terampil dan berdaya saing global hingga 2029.

Electronic money exchangers listing

Hal tersebut disampaikan Mukhtarudin saat memberikan arahan secara daring dalam Launching SMK Go Global Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Baca Juga :  Kemenkes Imbau Masyarakat untuk Cuci Tangan Pakai Sabun di Lima Waktu Penting Ini

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III UKRI Suhaeri, Kepala Migrant Center UKRI Arief P, perwakilan BP3MI Jawa Barat, serta Asosiasi Perisai dan sejumlah pihak terkait.

Menteri Mukhtarudin mengatakan, program SMK Go Global merupakan langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan talenta Indonesia agar memiliki kompetensi, profesionalisme, serta daya saing untuk memasuki pasar kerja internasional.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja global menjadi peluang strategis bagi Indonesia di tengah bonus demografi.

Di sisi lain, sejumlah negara menghadapi persoalan aging population yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja produktif.

“Kondisi ini tentu membuka peluang kerja, membuka peluang strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan pasar kerja global. Nah, inilah salah satu upaya kita melalui program SMK Go Global,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Baca Juga :  Ketua MPR Tegaskan TNI Garda Terdepan Penjaga Ideologi Pancasila

Menteri Mukhtarudin menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet pada 20 Oktober 2025 mengenai pentingnya menyiapkan 500.000 pekerja migran Indonesia terampil atau skilled worker pada periode 2026-2029.

Terpopuler

Artikel Terbaru