PROKALTENG.CO– Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PDM Kapuas, melaksanakan salat istisqa, di kompleks perguruan Muhammadiyah Jalan Barito Kuala Kapuas, Jumat (4/9/2026) mulai pukul 06.30 WIB.
Salat memohon kepada Allah SWT diturunkan hujan tersebut, diikuti ratusan siswa dan guru di sekolah Muhammadiyah Kapuas, sejumlah warga Muhammadiyah dan simpatisan.
”Bertindak sebagai Imam Ustaz Ramlan SPd.I dan Khatib Ustaz Mamat Riady SPd,”kata Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kapuas yang juga Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat, H.Sapto Subagio, Jum’at (4/9/2026).
Dijelaskan Sapto. Kegiatan salat istisqa ini tidak hanya bentuk minta doa bersama. Tetapi juga sarana pembelajaran bagi para siswa, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bersyukur dan melalukan introspeksi diri.
Melalui pelaksanaan salat istisqa, ujar Sapto. Diharapkan dapat menjadi sebuah ikhtiar. Sekaligus pembelajaran kepada siswa siswi, untuk senantiasa meminta kepada Allah SWT, atas musibah yang saat ini sama-sama dihadapi, sembari introspeksi diri atas dosa-dosa yang selama ini dilakukan dengan beristighfar.
”Kondisi ini menjadi pengingat untuk lebih mensyukuri berbagai nikmat, termasuk nikmat hujan yang sering dianggap biasa. Dan berharap masyarakat menyadari besarnya nikmat hujan ketika hujan justru tak kunjung turun,”ungkapnya.
Sementara itu. Khatib Ustaz Mamat Riady. Dalam khotbahnya mengungkapkan, musibah dan kesulitan seharusnya tidak hanya membuat mencari solusi lahiriah. Tetapi juga mengajak hati kita untuk kembali kepada kepada Allah.
“Apa yang harus kita lakukan saat ini yaitu dengan bertaubat, beristighfar. Memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama manusia.Jangan hanya minta hujan, tetapi jagalah amanah air,” ungkapnya.
Istisqa urai Ustaz Mamat Riady. Mengajarkan untuk meminta hujan kepada Allah, tetapi setelah hujan turun, jangan sampai kembali lupa kepadanya, karena air adalah nikmat dan amanah.
Diungkatpakn Ustaz Mamat Riady. Ketika Allah memberikan hujan, jangan disia-siakan air, jangan membuang-buangnya, jangan merusak sungai, jangan membuang sampah sembarangan, jangan merusak hutan dan lingkungan. Sebab, seorang muslim bukan hanya diajarkan bagaimana meminta nikmat, tetapi juga menjaga nikmat.
“Istisqa hari ini hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri sekaligus memperbaiki lingkungan,” ucap Ustaz Mamat Riady.(ind)


