Negara Hadir untuk Anak PMI, Mukhtarudin Serahkan Bantuan Pendidikan di Malaysia

KUALA LUMPUR, PROKALTENG.CO – Pemerintah menunjukkan komitmennya melindungi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyerahkan bantuan pendidikan kepada 25 anak PMI di Malaysia, Kamis (3/9).

Bantuan pendidikan yang diserahkan kepada 25 anak Pekerja Migran tersebar di sejumlah Sanggar Bimbingan di Malaysia.

Masing-masing anak menerima bantuan sebesar 500 Ringgit Malaysia (RM), sehingga total bantuan pendidikan yang disalurkan mencapai RM12.500.

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri tidak boleh hanya berorientasi pada aspek keberangkatan, penempatan, dan kepulangan, tetapi juga harus menjangkau keluarga, terutama anak-anak Pekerja Migran yang turut terdampak ketika orang tuanya bekerja jauh dari Tanah Air.

Baca Juga :  Oknum Polisi Diduga Aniaya Jurnalis saat Demo, Propam Diminta Usut Tuntas

Menteri Mukhtarudin mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam memastikan anak-anak PMI tetap memperoleh akses pendidikan dan memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan, meskipun mereka tumbuh dan menjalani pendidikan jauh dari Indonesia.

Menurut Mukhtarudin, keberadaan Pekerja Migran di luar negeri tidak dapat dipandang hanya dari perspektif pekerja dan hubungan kerja. Di balik setiap PMI terdapat keluarga yang turut membutuhkan perhatian dan pelindungan negara.

“Negara hadir dan peduli untuk memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena keadaan,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam memutus kerentanan sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Pekerja Migran.

Baca Juga :  Musda Golkar Kalteng Ditunda, Ini Alasannya

“Karena itu, anak-anak Pekerja Migran harus mendapatkan dukungan agar tetap dapat bersekolah dan mengembangkan potensi mereka,” bebernya.

Mukhtarudin mengungkapkan, pemerintah memahami bahwa keputusan seorang Pekerja Migran untuk bekerja di luar negeri pada dasarnya juga dilandasi harapan agar keluarga, termasuk anak-anak, dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

KUALA LUMPUR, PROKALTENG.CO – Pemerintah menunjukkan komitmennya melindungi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyerahkan bantuan pendidikan kepada 25 anak PMI di Malaysia, Kamis (3/9).

Bantuan pendidikan yang diserahkan kepada 25 anak Pekerja Migran tersebar di sejumlah Sanggar Bimbingan di Malaysia.

Masing-masing anak menerima bantuan sebesar 500 Ringgit Malaysia (RM), sehingga total bantuan pendidikan yang disalurkan mencapai RM12.500.

Electronic money exchangers listing

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri tidak boleh hanya berorientasi pada aspek keberangkatan, penempatan, dan kepulangan, tetapi juga harus menjangkau keluarga, terutama anak-anak Pekerja Migran yang turut terdampak ketika orang tuanya bekerja jauh dari Tanah Air.

Baca Juga :  Oknum Polisi Diduga Aniaya Jurnalis saat Demo, Propam Diminta Usut Tuntas

Menteri Mukhtarudin mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam memastikan anak-anak PMI tetap memperoleh akses pendidikan dan memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan, meskipun mereka tumbuh dan menjalani pendidikan jauh dari Indonesia.

Menurut Mukhtarudin, keberadaan Pekerja Migran di luar negeri tidak dapat dipandang hanya dari perspektif pekerja dan hubungan kerja. Di balik setiap PMI terdapat keluarga yang turut membutuhkan perhatian dan pelindungan negara.

“Negara hadir dan peduli untuk memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena keadaan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam memutus kerentanan sosial dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga Pekerja Migran.

Baca Juga :  Musda Golkar Kalteng Ditunda, Ini Alasannya

“Karena itu, anak-anak Pekerja Migran harus mendapatkan dukungan agar tetap dapat bersekolah dan mengembangkan potensi mereka,” bebernya.

Mukhtarudin mengungkapkan, pemerintah memahami bahwa keputusan seorang Pekerja Migran untuk bekerja di luar negeri pada dasarnya juga dilandasi harapan agar keluarga, termasuk anak-anak, dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Terpopuler

Artikel Terbaru