Menjelang natal dan tahun baru 2024, Dinas Kesehatan Kalteng mengimbau masyarakat agar menghindari kerumunan. Sebab, Covid-19 varian baru bisa saja terdeteksi muncul di Kota Palangka Raya. Masyarakat yang belum melakukan vaksin 1 dan 2 hingga boster disarankan untuk segera melakukan vaksinasi.
Mulai maraknya kasus rabies, membuat semua pihak meningkatkan kewaspadaan. Tidak terkecuali di Kota Palangka Raya yang saat ini memiliki populasi hewan pembawa rabies (HPR) mencapai 9 ribu ekor. Kepala UPTD Puskeswan drh Eko Hari Yuwono menjelaskan, target vaksinasi hewan peliharaan di Palangka Raya sebanyak 8-9 ribu ekor per tahun, termasuk anjing, kuncing, dan kera. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya dalam lima tahun terakhir telah membentuk tim vaksinasi rabies.
Kasus gigitan anjing positif rabies masih nihil di Kota Palangkaraya sejauh ini. Meskipun masih nihil kasus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangkaraya tetap melakukan beberapa upaya pencegahan. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangkaraya, Fransiska.
akil Ketua I Komisi C DPRD Palangkaraya, Ruselita mengajak masyarakat untuk menyukseskan imunisasi polio dosis kedua. Hal tersebut bertujuan untuk mendukung dari program pemerintah pusat pada pemberian vaksin polio hingga dosis dua atau Inactivated Polio Vaccine (IPV 2).
DPRD Kota Palangka Raya bersinergi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya melaksanakan vaksinasi Booster I dan Booster II, bertempat di ruang rapat Paripurna DPRD setempat, Rabu (15/2/2023).
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, (Kalteng) Edy Pratowo mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menargetkan di tahun 2023 ini, melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Yaitu sebanyak 50 ribu ekor ternak.
Masyarakat umum sudah bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 Booster kedua, aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/380/2023 Tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster ke-2 Bagi kelompok Masyarakat Umum, yang ditetapkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit Pada 20 Januari 2023.
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini menyoroti capaian vaksinasi booster Covid-19 pertama di Palangka Raya yang dinilai masih belum memuaskan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo menyebutkan capaian vaksinasi booster di Kota Palangka Raya sampai saat ini masih kurang memuaskan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak 17.000. Di mana Kalteng sempat mengalami kekosongan stok vaksin beberapa waktu yang lalu.
Stok vaksin Covid-19 di Kota Palangka Raya masih saja kosong. Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang menyediakan layanan vaksin kini berhenti untuk sementara.
Stok vaksin di Kota Palangka Raya kembali kosong. Itu setelah Dinas Kesehatan setempat menyalurkan sebanyak 15 vial ke tiga puskesmas di Kota Palangka Raya, empat hari yang lalu.
Kota Palangka Raya sempat mengalami kekosongan vaksin Covid-19 selama satu pekan lamanya. Namun kini Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, mendapatkan kiriman vaksin Covid-19 jenis pfizer untuk booster.
Dalam rangka memastikan kesehatan hewan ternak menjelang hari raya Iduladha, pemerintah pusat merencanakan pemberian vaksinasi terhadap hewan ternak yang rentan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Pada tahap pertama ini Kalteng mendapat jatah 2.700 dosis vaksin.
Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang mengungkapkan, di masa pandemi ini, keberhasilan program vaksinasi adalah formula penting bagi pemulihan ekonomi daerah.
Antusias masyarakat menjalani vaksinasi Covid-19 dosis 3 atau booster di wilayah Puskesmas Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir meningkat. Peningkatan ini terjadi pada awal ramadan lalu.
Pemerintah Kecamatan Kecamatan Kahayan Tengah berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di daerah tersebut. Rabu (6/4), pemerintah kecamatan setempat bersama unsur Tripika dan Puskesmas Bukit Rawi melaksanakan vaksinasi Covid-19.
Bupati Seruyan, Yulhaidir mengajak seluruh lapisan masyarakat kabupaten setempat agar sama-sama mendukung dan menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang tengah gencar dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan hingga instansi vertikal terkait lainnya.
Pemberlakuan kebijakan bagi para calon pemudik mendapatkan suntikan booster atau penguat vaksin Covid-19 ternyata mampu meningkatkan cakupan vaksinasi booster secara konsisten.
Polres Murung Raya (Mura) bersama TNI dan Satpol PP, kembali menggelar Ops Yustisi dengan cara memeriksa kartu vaksin pengguna jalan di Simpang PU Jalan A Yani Puruk Cahu, Selasa (29/3) pagi.
Bupati Seruyan, Yulhaidir menyampaikan apresiasinya kepada Polres Seruyan yang selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan dalam penanganan Covid-19 maupun vaksinasi di wilayah kabupaten setempat.
Salah satu upaya pencegahan melonjaknya tingkat rawat inap pasien Covid di RS, adalah dengan menggencarkan vaksinasi. Karena dengan masyarakat yang telah tervaksinasi, tingkat keparahan atau fatalitas jika sampai terpapar Virus Corona, tidak terlalu tinggi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) terus berupaya agar peningkatan percepatan vaksinasi untuk masyarakat di Mura, bisa mencapai target sebanyak 70 persen di bulan ini.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sampai saat ini, realisasi vaksinasi Covid-19 di Kalteng belum mencapai target 70 persen. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, saat ini capaian vaksinasi dosis I baru 63,77 persen, sedangkan dosis II baru 37,83 persen.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali berlanjut mulai 23 November - 6 Desember 2021. Penentu utama level PPKM adalah dilihat dari capaian vaksinasi
Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Tengah terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, khususnya bagi para pelajar. Dari antusias para pelajar, Kepala BIN Daerah Kalteng optimistis target 70 persen warga tervaksin, akan tercapai.
Antusias masyarakat Kalimantan Tengah untuk mendapatkan vaksin Covid-19, kian hari tampaknya memang semakin tinggi. Tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi hingga masyarakat di pedesaan dan pelosok-pelosok