PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap mengganggu operasional penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan setelah jarak pandang turun di bawah batas minimum keselamatan penerbangan. Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan keterangan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut yang sempat berada di angka 800 meter pada pukul 07.30 waktu setempat, turun menjadi 500 meter pada pukul 14.30–15.00 dan mencapai 450 meter pada pukul 15.30.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penumpang yang hendak melakukan perjalanan dari Bandara Tjilik Riwut.
Salah satu penumpang di Bandara Tjilik Riwut, Dina yang seharusnya berangkat menuju Denpasar dengan transit di Surabaya pada pukul 15.25 WIB.
Dina mengaku penerbangannya dibatalkan oleh maskapai akibat kondisi cuaca.
Sebelum mendapat kepastian pembatalan, ia mengaku sempat menunggu sekitar dua jam di dalam bandara.
“Iya, batal karena cuaca juga. Tiketku jam 15.25 di-cancel,” kata Dina saat ditemui di Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (12/9/2026).
Ia mengatakan pihak maskapai memberikan opsi pengembalian dana atas penerbangan yang dibatalkan tersebut.
Dina memilih mengambil pengembalian dana dan berencana mencari jadwal penerbangan pada hari lain.
“Kayaknya refund sih, Ganti hari yang lain lagi, soalnya kan nggak tahu sampai kapan kabutnya,” ujarnya.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap mengganggu operasional penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan setelah jarak pandang turun di bawah batas minimum keselamatan penerbangan. Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan keterangan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut yang sempat berada di angka 800 meter pada pukul 07.30 waktu setempat, turun menjadi 500 meter pada pukul 14.30–15.00 dan mencapai 450 meter pada pukul 15.30.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penumpang yang hendak melakukan perjalanan dari Bandara Tjilik Riwut.
Salah satu penumpang di Bandara Tjilik Riwut, Dina yang seharusnya berangkat menuju Denpasar dengan transit di Surabaya pada pukul 15.25 WIB.
Dina mengaku penerbangannya dibatalkan oleh maskapai akibat kondisi cuaca.
Sebelum mendapat kepastian pembatalan, ia mengaku sempat menunggu sekitar dua jam di dalam bandara.
“Iya, batal karena cuaca juga. Tiketku jam 15.25 di-cancel,” kata Dina saat ditemui di Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (12/9/2026).
Ia mengatakan pihak maskapai memberikan opsi pengembalian dana atas penerbangan yang dibatalkan tersebut.
Dina memilih mengambil pengembalian dana dan berencana mencari jadwal penerbangan pada hari lain.
“Kayaknya refund sih, Ganti hari yang lain lagi, soalnya kan nggak tahu sampai kapan kabutnya,” ujarnya.