Kabut Asap Batalkan Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Pasangan Gagal Hadiri Pemakaman Orang Tua

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO. – Pembatalan sejumlah penerbangan akibat tebalnya kabut asap di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada Sabtu (12/9/2026), menyisakan duka dan kekecewaan mendalam bagi para calon penumpang.

Bencana kabut asap ini tidak hanya melumpuhkan lalu lintas udara, tetapi juga menghancurkan berbagai rencana penting masyarakat yang sudah terjadwal.

Raut kesedihan tak bisa disembunyikan oleh Sihombing (47) dan istrinya, Silaen (45).

Pasangan suami istri ini terpaksa menelan pil pahit lantaran gagal memberikan penghormatan terakhir kepada orang tua mereka yang baru saja meninggal dunia di Sumatera.

Rencana penerbangan mereka yang dijadwalkan lepas landas pada pukul 12.30 WIB menuju Surabaya, lalu menyambung ke Medan, ditunda berulang kali sebelum akhirnya dibatalkan pada sore hari.

Baca Juga :  Teras Narang Apresiasi Adanya Rute Penerbangan Jakarta-Pangkalan Bun

“Kami ini kan mau berangkat ke Medan, beli tiket keberangkatan jam setengah satu, ditunda, ditunda, sampai sore ini di-refund-kan karena cuaca,” keluh Sihombing saat ditemui awak media di Bandara Tjilik Riwut.

Kondisi ini membuat istri Sihombing tak kuasa menahan air mata.

Electronic money exchangers listing

Bagi mereka, kegagalan untuk terbang bukan sekadar penundaan perjalanan biasa, melainkan sebuah pukulan batin yang sangat berat terkait kewajiban adat dan keluarga.

“Kita kan taulah orang Batak ini kalau ada orang tua meninggal ya kita harus melihat orang tua. Ini ditunda penerbangan, kita nggak tau sampai kapan, berarti kita nggak bisa melihat orang tua,” tuturnya lirih.

Sihombing sangat menyayangkan pembatalan tersebut.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-24 Sukamara, Wagub Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO. – Pembatalan sejumlah penerbangan akibat tebalnya kabut asap di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada Sabtu (12/9/2026), menyisakan duka dan kekecewaan mendalam bagi para calon penumpang.

Bencana kabut asap ini tidak hanya melumpuhkan lalu lintas udara, tetapi juga menghancurkan berbagai rencana penting masyarakat yang sudah terjadwal.

Raut kesedihan tak bisa disembunyikan oleh Sihombing (47) dan istrinya, Silaen (45).

Electronic money exchangers listing

Pasangan suami istri ini terpaksa menelan pil pahit lantaran gagal memberikan penghormatan terakhir kepada orang tua mereka yang baru saja meninggal dunia di Sumatera.

Rencana penerbangan mereka yang dijadwalkan lepas landas pada pukul 12.30 WIB menuju Surabaya, lalu menyambung ke Medan, ditunda berulang kali sebelum akhirnya dibatalkan pada sore hari.

Baca Juga :  Teras Narang Apresiasi Adanya Rute Penerbangan Jakarta-Pangkalan Bun

“Kami ini kan mau berangkat ke Medan, beli tiket keberangkatan jam setengah satu, ditunda, ditunda, sampai sore ini di-refund-kan karena cuaca,” keluh Sihombing saat ditemui awak media di Bandara Tjilik Riwut.

Kondisi ini membuat istri Sihombing tak kuasa menahan air mata.

Bagi mereka, kegagalan untuk terbang bukan sekadar penundaan perjalanan biasa, melainkan sebuah pukulan batin yang sangat berat terkait kewajiban adat dan keluarga.

“Kita kan taulah orang Batak ini kalau ada orang tua meninggal ya kita harus melihat orang tua. Ini ditunda penerbangan, kita nggak tau sampai kapan, berarti kita nggak bisa melihat orang tua,” tuturnya lirih.

Sihombing sangat menyayangkan pembatalan tersebut.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-24 Sukamara, Wagub Tekankan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Terpopuler

Artikel Terbaru