SPBU di Palangka Raya Izinkan Beli Pertamax Pakai Jerigen, Ini Alasannya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Intensitas pemadaman listrik yang belakangan sering terjadi di Kota Palangka Raya membuat masyarakat mencari sumber listrik cadangan. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya penggunaan generator set (genset), sehingga salah satu SPBU di Jalan Soekarno memberikan toleransi pembelian BBM jenis Pertamax menggunakan jerigen berkapasitas maksimal 5 liter.

Supervisor (SPV) SPBU Jalan Soekarno, Rizky, mengatakan peningkatan penggunaan genset membuat pola pembelian BBM masyarakat berubah. Banyak pelanggan kini datang membawa jerigen untuk mengisi bahan bakar sebagai kebutuhan operasional genset di rumah maupun tempat usaha.

“Sekarang ini penggunanya lebih banyak yang memakai jerigen karena mereka mau mengisi genset, karena sekarang musim mati lampu,” ungkap Rizky, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi dari pihak SPBU, bukan kebijakan resmi dari Pertamina. Meski demikian, pembelian tetap dibatasi demi menjaga keamanan dan ketersediaan BBM.

Baca Juga :  Operasi Kepatuhan Bayar Pajak! Tidak Ada Penilangan dan Denda, Hanya Diberikan Teguran

“Tidak ada kebijakan khusus dari Pertamina, itu lebih ke toleransi kami saja (SPBU Jalan Soekarno). Tapi biasanya yang kami layani itu hanya jerigen maksimal ukuran 5 liter dengan jenis BBM Pertamax. Untuk kapasitas di atas itu masih kami batasi dan belum bisa dilayani,” tegasnya.

Rizky mengungkapkan, pemadaman listrik tidak hanya berdampak kepada masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional SPBU. Saat aliran listrik PLN padam, SPBU harus mengandalkan genset dengan kapasitas terbatas sehingga tidak seluruh mesin pompa dapat dioperasikan secara bersamaan.

“Apabila mati lampu, SPBU tidak bisa beroperasi sepenuhnya. Dari empat pulau yang ada, cuma bisa dua pulau yang bekerja. Jadi harus bergantian, dua pulau hidup, dua pulau mati,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BBM di Buntok Langka, Antrean di SPBU Membludak, Eceran Kosong

Ia menambahkan, pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah mesin genset mengalami panas berlebih (overheat) akibat bekerja melebihi kapasitas.

Selain itu, genset SPBU hanya mampu beroperasi selama sekitar lima jam secara terus-menerus. Setelah itu, mesin harus diistirahatkan sebelum kembali digunakan.

“Gensetnya itu tahannya 5 jam. Setelah 5 jam, biasa kami istirahatkan lagi. Nah, kalau genset sedang istirahat, berarti (SPBU) tidak bisa kerja sama sekali,” tuturnya.

Meski menghadapi kendala akibat pemadaman listrik yang masih sering terjadi, pihak SPBU berkomitmen tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem operasional bergantian sesuai kemampuan genset yang tersedia. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Intensitas pemadaman listrik yang belakangan sering terjadi di Kota Palangka Raya membuat masyarakat mencari sumber listrik cadangan. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya penggunaan generator set (genset), sehingga salah satu SPBU di Jalan Soekarno memberikan toleransi pembelian BBM jenis Pertamax menggunakan jerigen berkapasitas maksimal 5 liter.

Supervisor (SPV) SPBU Jalan Soekarno, Rizky, mengatakan peningkatan penggunaan genset membuat pola pembelian BBM masyarakat berubah. Banyak pelanggan kini datang membawa jerigen untuk mengisi bahan bakar sebagai kebutuhan operasional genset di rumah maupun tempat usaha.

“Sekarang ini penggunanya lebih banyak yang memakai jerigen karena mereka mau mengisi genset, karena sekarang musim mati lampu,” ungkap Rizky, Senin (6/7/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi dari pihak SPBU, bukan kebijakan resmi dari Pertamina. Meski demikian, pembelian tetap dibatasi demi menjaga keamanan dan ketersediaan BBM.

Baca Juga :  Operasi Kepatuhan Bayar Pajak! Tidak Ada Penilangan dan Denda, Hanya Diberikan Teguran

“Tidak ada kebijakan khusus dari Pertamina, itu lebih ke toleransi kami saja (SPBU Jalan Soekarno). Tapi biasanya yang kami layani itu hanya jerigen maksimal ukuran 5 liter dengan jenis BBM Pertamax. Untuk kapasitas di atas itu masih kami batasi dan belum bisa dilayani,” tegasnya.

Rizky mengungkapkan, pemadaman listrik tidak hanya berdampak kepada masyarakat, tetapi juga mengganggu operasional SPBU. Saat aliran listrik PLN padam, SPBU harus mengandalkan genset dengan kapasitas terbatas sehingga tidak seluruh mesin pompa dapat dioperasikan secara bersamaan.

“Apabila mati lampu, SPBU tidak bisa beroperasi sepenuhnya. Dari empat pulau yang ada, cuma bisa dua pulau yang bekerja. Jadi harus bergantian, dua pulau hidup, dua pulau mati,” jelasnya.

Baca Juga :  BBM di Buntok Langka, Antrean di SPBU Membludak, Eceran Kosong

Ia menambahkan, pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah mesin genset mengalami panas berlebih (overheat) akibat bekerja melebihi kapasitas.

Selain itu, genset SPBU hanya mampu beroperasi selama sekitar lima jam secara terus-menerus. Setelah itu, mesin harus diistirahatkan sebelum kembali digunakan.

“Gensetnya itu tahannya 5 jam. Setelah 5 jam, biasa kami istirahatkan lagi. Nah, kalau genset sedang istirahat, berarti (SPBU) tidak bisa kerja sama sekali,” tuturnya.

Meski menghadapi kendala akibat pemadaman listrik yang masih sering terjadi, pihak SPBU berkomitmen tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan sistem operasional bergantian sesuai kemampuan genset yang tersedia. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru