PROKALTENG.CO – Massa aksi sempat masuk ke ruas tol dalam kota dan membuka penjagaan petugas yang menutup pintu exit DPR/MPR RI, Kamis (27/8).
Massa yang semula berorasi di depan gedung DPR/MPR tiba-tiba bergerombol menuju jembatan Senayan.
Tujuannya ialah membuka blokade polisi yang mencegat tenaga medis hingga logistik menuju depan DPR RI.
Namun diperjalanan, mereka melihat adanya penutupan exit toll DPR/MPR oleh petugas kepolisian dan Jasa Marga.
Massa kemudian menerobos masuk ke area tol dalam kota dan memaksa membuka penutupan jalan.
Tak berselang lama, massa kemudian kembali menuju kolong jembatan layang Senayan guna membuka blokade jalan oleh petugas.
Massa mendesak agar petugas membuka jalan agar mobil logistik dan ambulans diperkenankan masuk ke depan DPR RI.
“Kami minta kepada kepolisian untuk membuka jalan untuk ambulans dan logistik. Soalnya dikhawatirkan ada yang berdesak-desakan dan butuh bantaun media. Dan bagaimana kalau masyarakat mati kelaparan di dalam,” ujar perwakilan massa aksi.
Adu mulut hingga pelemparan botol air mineral ke arah petugas sempat terjadi.
Namun, situasi kembali kondusif setelah kepolisian mempersilakan ambulans beserta tenaga medis untuk masuk ke depan DPR RI.
PROKALTENG.CO – Massa aksi sempat masuk ke ruas tol dalam kota dan membuka penjagaan petugas yang menutup pintu exit DPR/MPR RI, Kamis (27/8).
Massa yang semula berorasi di depan gedung DPR/MPR tiba-tiba bergerombol menuju jembatan Senayan.
Tujuannya ialah membuka blokade polisi yang mencegat tenaga medis hingga logistik menuju depan DPR RI.
Namun diperjalanan, mereka melihat adanya penutupan exit toll DPR/MPR oleh petugas kepolisian dan Jasa Marga.
Massa kemudian menerobos masuk ke area tol dalam kota dan memaksa membuka penutupan jalan.
Tak berselang lama, massa kemudian kembali menuju kolong jembatan layang Senayan guna membuka blokade jalan oleh petugas.
Massa mendesak agar petugas membuka jalan agar mobil logistik dan ambulans diperkenankan masuk ke depan DPR RI.
“Kami minta kepada kepolisian untuk membuka jalan untuk ambulans dan logistik. Soalnya dikhawatirkan ada yang berdesak-desakan dan butuh bantaun media. Dan bagaimana kalau masyarakat mati kelaparan di dalam,” ujar perwakilan massa aksi.
Adu mulut hingga pelemparan botol air mineral ke arah petugas sempat terjadi.
Namun, situasi kembali kondusif setelah kepolisian mempersilakan ambulans beserta tenaga medis untuk masuk ke depan DPR RI.