Penghapusan Non-ASN 2027 Mengancam GTT, DPRD Kalteng Dorong Pengangkatan PPPK

Penghapusan Non-ASN 2027 Mengancam GTT, DPRD Kalteng Dorong Pengangkatan PPPK

Mantan Wakil Bupati Lamandau ini menilai pengangkatan GTT menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan solusi yang paling realistis. Selain memberikan kepastian status kepada para guru, langkah tersebut juga akan membantu sekolah mempertahankan tenaga pendidik yang selama ini telah memahami kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila pemerintah masih membuka peluang pengangkatan tenaga pendidik, maka guru tidak tetap yang telah lama mengabdi seharusnya menjadi kelompok pertama yang diprioritaskan.

“Kalau memang bisa mengangkat tenaga honorer, utamakan dulu GTT atau guru honorer yang sekarang sudah mengajar di sekolah dengan gaji yang tidak jelas. Itu yang harus diperjuangkan. Artinya sekolah memang membutuhkan guru. Jangan sampai nanti satu guru harus mengajar begitu banyak mata pelajaran karena itu memberatkan,” pungkasnya. (zia/ans/kpg)

Baca Juga :  Pelaku UKM Harus Bisa Manfaatkan Teknologi

Penghapusan Non-ASN 2027 Mengancam GTT, DPRD Kalteng Dorong Pengangkatan PPPK

Mantan Wakil Bupati Lamandau ini menilai pengangkatan GTT menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan solusi yang paling realistis. Selain memberikan kepastian status kepada para guru, langkah tersebut juga akan membantu sekolah mempertahankan tenaga pendidik yang selama ini telah memahami kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila pemerintah masih membuka peluang pengangkatan tenaga pendidik, maka guru tidak tetap yang telah lama mengabdi seharusnya menjadi kelompok pertama yang diprioritaskan.

Electronic money exchangers listing

“Kalau memang bisa mengangkat tenaga honorer, utamakan dulu GTT atau guru honorer yang sekarang sudah mengajar di sekolah dengan gaji yang tidak jelas. Itu yang harus diperjuangkan. Artinya sekolah memang membutuhkan guru. Jangan sampai nanti satu guru harus mengajar begitu banyak mata pelajaran karena itu memberatkan,” pungkasnya. (zia/ans/kpg)

Baca Juga :  Pelaku UKM Harus Bisa Manfaatkan Teknologi

Terpopuler

Artikel Terbaru