BMKG: Kualitas Udara Palangka Raya Masih Kategori Baik, Berpotensi Turun Jika Karhutla Meningkat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya menyebut kualitas udara di Kota Palangka Raya hingga Selasa (21/7) pukul 11.00 WIB masih berada dalam kategori baik. Meski demikian, kondisi tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan BMKG mengatakan, kualitas udara di Palangka Raya saat ini masih berada pada kisaran kategori baik hingga sedang.

“Fluktuatif ya (naik turun), tapi masih dalam kategori baik sampai sedang. Untuk hari ini, sampai dengan jam 11 siang di Palangka Raya masih dalam kategori baik,” ujarnya saat dikonfirmasi Prokalteng.co, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga :  Petugas Amankan Puluhan Jerigen Berisi Pertalite Dekat SPBU Yos Sudarso

Menurutnya, perubahan kualitas udara sangat dipengaruhi oleh banyaknya kejadian karhutla serta arah dan kecepatan angin yang membawa asap ke suatu wilayah.

“Tergantung banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahannya serta arah dan kecepatan angin yang membawanya. Dari data historis, penurunan kualitas udara kadang terjadi pada pagi atau sore hingga malam hari,” jelasnya.

BMKG menjelaskan, karhutla memiliki hubungan langsung dengan kualitas udara. Pembakaran vegetasi, terutama di lahan gambut, menghasilkan asap yang mengandung berbagai polutan berbahaya.

Akibatnya, konsentrasi polutan di udara dapat meningkat sehingga Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) memburuk, mulai dari kategori tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, asap karhutla juga menyebabkan jarak pandang menurun dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.

Baca Juga :  KEREN! Palangka Raya Catat Tingkat Pengangguran Terendah se-Kalimantan

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi kualitas udara dan tetap waspada terhadap potensi karhutla yang mulai meningkat pada musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memperburuk kualitas udara dan membahayakan kesehatan. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya menyebut kualitas udara di Kota Palangka Raya hingga Selasa (21/7) pukul 11.00 WIB masih berada dalam kategori baik. Meski demikian, kondisi tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan BMKG mengatakan, kualitas udara di Palangka Raya saat ini masih berada pada kisaran kategori baik hingga sedang.

“Fluktuatif ya (naik turun), tapi masih dalam kategori baik sampai sedang. Untuk hari ini, sampai dengan jam 11 siang di Palangka Raya masih dalam kategori baik,” ujarnya saat dikonfirmasi Prokalteng.co, Selasa (21/7/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Petugas Amankan Puluhan Jerigen Berisi Pertalite Dekat SPBU Yos Sudarso

Menurutnya, perubahan kualitas udara sangat dipengaruhi oleh banyaknya kejadian karhutla serta arah dan kecepatan angin yang membawa asap ke suatu wilayah.

“Tergantung banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahannya serta arah dan kecepatan angin yang membawanya. Dari data historis, penurunan kualitas udara kadang terjadi pada pagi atau sore hingga malam hari,” jelasnya.

BMKG menjelaskan, karhutla memiliki hubungan langsung dengan kualitas udara. Pembakaran vegetasi, terutama di lahan gambut, menghasilkan asap yang mengandung berbagai polutan berbahaya.

Akibatnya, konsentrasi polutan di udara dapat meningkat sehingga Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) memburuk, mulai dari kategori tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Selain itu, asap karhutla juga menyebabkan jarak pandang menurun dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.

Baca Juga :  KEREN! Palangka Raya Catat Tingkat Pengangguran Terendah se-Kalimantan

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi kualitas udara dan tetap waspada terhadap potensi karhutla yang mulai meningkat pada musim kemarau. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memperburuk kualitas udara dan membahayakan kesehatan. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru