Tiga Pelaku Utama Kasus Katingan Tiba di Palangka Raya Usai Dilimpahkan dari Bareskrim Polri

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tiga pelaku utama kasus penggerebekkan narkotika yang menewaskan tiga anggota Polri di Kabupaten Katingan, tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Kamis (16/7/2026) sore. Mereka adalah Bio, Ramblan, dan Perie. Ketiganya tiba dengan pengawalan ketat setelah sebelumnya dibawa ke Jakarta usai ditangkap tim gabungan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Satgas NIC Bareskrim Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polresta Samarinda.

Berdasarkan pantauan Prokalteng.co di Bandara Tjilik Riwut, ketiga tersangka tersebut menggunakan kursi roda dan seragam tahanan warna oranye dan langsung dibawa menggunakan kendaraan dengan pengawalan ketat menuju Mapolda Kalimantan Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Satu Pelaku Terduga Mucikari di Palangkaraya
Ramblan, dan Perie dengan kursi roda saat tiba di bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Kamis (16/7/2026) sore. (Foto Jefri/Prokalteng.co)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bahwa penanganan perkara telah dilimpahkan dari Bareskrim Polri kepada Polda Kalimantan Tengah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Slamet Ady Purnomo membenarkan bahwa ketiga pelaku kini berada di bawah penanganan Polda Kalimantan Tengah. Namun, proses penyidikannya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

“Di Direktorat Reskrimum, bang,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Prokalteng.co.

Kedatangan Bio turut menarik perhatian mantan istrinya, Intan (30) yang mengaku sengaja datang ke bandara. Meski mengaku masih merasa kasihan, ia mengatakan selama berumah tangga kerap terjadi pertengkaran karena sifat Bio yang mudah marah.

Electronic money exchangers listing

“Kasihan. Karakternya tempramen. Saya tidak tahu pekerjaannya karena dia tidak ingin saya tahu. Kami sering cekcok, saya juga sering pulang ke Palangka,” tuturnya.

Baca Juga :  Cegah Banjir, Warga Diminta Tak Buang Sampah ke Drainase

Hingga berita ini ditayangkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Tengah masih belum memberikan keterangan resmi mengenai agenda pemeriksaan maupun perkembangan penyidikan terhadap ketiga pelaku setelah pelimpahan perkara dari Bareskrim Polri tersebut. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tiga pelaku utama kasus penggerebekkan narkotika yang menewaskan tiga anggota Polri di Kabupaten Katingan, tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Kamis (16/7/2026) sore. Mereka adalah Bio, Ramblan, dan Perie. Ketiganya tiba dengan pengawalan ketat setelah sebelumnya dibawa ke Jakarta usai ditangkap tim gabungan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Satgas NIC Bareskrim Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polresta Samarinda.

Berdasarkan pantauan Prokalteng.co di Bandara Tjilik Riwut, ketiga tersangka tersebut menggunakan kursi roda dan seragam tahanan warna oranye dan langsung dibawa menggunakan kendaraan dengan pengawalan ketat menuju Mapolda Kalimantan Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Polisi Ringkus Satu Pelaku Terduga Mucikari di Palangkaraya
Ramblan, dan Perie dengan kursi roda saat tiba di bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Kamis (16/7/2026) sore. (Foto Jefri/Prokalteng.co)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bahwa penanganan perkara telah dilimpahkan dari Bareskrim Polri kepada Polda Kalimantan Tengah.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Slamet Ady Purnomo membenarkan bahwa ketiga pelaku kini berada di bawah penanganan Polda Kalimantan Tengah. Namun, proses penyidikannya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

“Di Direktorat Reskrimum, bang,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Prokalteng.co.

Kedatangan Bio turut menarik perhatian mantan istrinya, Intan (30) yang mengaku sengaja datang ke bandara. Meski mengaku masih merasa kasihan, ia mengatakan selama berumah tangga kerap terjadi pertengkaran karena sifat Bio yang mudah marah.

“Kasihan. Karakternya tempramen. Saya tidak tahu pekerjaannya karena dia tidak ingin saya tahu. Kami sering cekcok, saya juga sering pulang ke Palangka,” tuturnya.

Baca Juga :  Cegah Banjir, Warga Diminta Tak Buang Sampah ke Drainase

Hingga berita ini ditayangkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Tengah masih belum memberikan keterangan resmi mengenai agenda pemeriksaan maupun perkembangan penyidikan terhadap ketiga pelaku setelah pelimpahan perkara dari Bareskrim Polri tersebut. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru