BKD Kalteng : Masih Ada 10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang Belum Definitif

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih memiliki sekitar 10 jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama yang belum terisi secara definitive, dan saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Tengah, Lisda Arriyana. Mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah pejabat memasuki masa pensiun.

“Untuk JPT Pratama atau eselon IIA, dari hasil seleksi sebelumnya sekitar enam orang sudah dilantik. Kemudian dari hasil pergeseran melalui uji kompetensi ada delapan orang yang bergeser. Selanjutnya, karena ada beberapa pejabat yang pensiun, saat ini kurang lebih masih ada 10 jabatan yang belum definitif,” ujarnya di usai pelantikan Sekda Kalteng di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Lisda, BKD berencana kembali melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong tersebut.

Baca Juga :  Wagub Edy Pratowo Tekankan Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting di Kalteng

“Rencananya, apabila anggaran tersedia pada APBD Perubahan, kami akan kembali melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt),” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum seleksi dibuka, pemerintah daerah terlebih dahulu harus memperoleh persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Setelah keluar pertimbangan teknis (pertek), baru kami menyusun jadwal pelaksanaan dan mengumumkan seleksi terbuka,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Lisda menegaskan seleksi tersebut terbuka bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.“Siapa pun dapat mendaftar sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Lisda juga memaparkan proses seleksi yang mengantarkan Linae Victoria Aden terpilih sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah definitif.

Baca Juga :  Disperkimtan Kalteng Fokus Program PSU dan Bedah RTLH

“Pada seleksi Sekda kemarin ada sekitar tujuh pelamar. Di antaranya ada yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Karawang dan ada juga dari Kementerian Kehutanan,” ungkapnya.

Dari tujuh pelamar tersebut, dua orang dinyatakan gugur pada tahap administrasi sehingga hanya lima peserta yang melanjutkan ke tahapan berikutnya.

“Kelima peserta tersebut kemudian mengikuti tes makalah, wawancara, dan asesmen. Penilaian yang paling menentukan adalah hasil asesmen karena memiliki bobot nilai paling tinggi,” pungkasnya.

Dari hasil seluruh tahapan seleksi, panitia akhirnya menetapkan tiga nama terbaik yang diajukan kepada pejabat pembina kepegawaian, yakni Linae Victoria Aden, Baru dan Farid Wajdi. Linae kemudian ditetapkan dan dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah definitif. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih memiliki sekitar 10 jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama yang belum terisi secara definitive, dan saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Tengah, Lisda Arriyana. Mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah pejabat memasuki masa pensiun.

“Untuk JPT Pratama atau eselon IIA, dari hasil seleksi sebelumnya sekitar enam orang sudah dilantik. Kemudian dari hasil pergeseran melalui uji kompetensi ada delapan orang yang bergeser. Selanjutnya, karena ada beberapa pejabat yang pensiun, saat ini kurang lebih masih ada 10 jabatan yang belum definitif,” ujarnya di usai pelantikan Sekda Kalteng di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (16/7/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurut Lisda, BKD berencana kembali melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong tersebut.

Baca Juga :  Wagub Edy Pratowo Tekankan Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting di Kalteng

“Rencananya, apabila anggaran tersedia pada APBD Perubahan, kami akan kembali melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt),” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum seleksi dibuka, pemerintah daerah terlebih dahulu harus memperoleh persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Setelah keluar pertimbangan teknis (pertek), baru kami menyusun jadwal pelaksanaan dan mengumumkan seleksi terbuka,” jelasnya.

Lisda menegaskan seleksi tersebut terbuka bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.“Siapa pun dapat mendaftar sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Lisda juga memaparkan proses seleksi yang mengantarkan Linae Victoria Aden terpilih sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah definitif.

Baca Juga :  Disperkimtan Kalteng Fokus Program PSU dan Bedah RTLH

“Pada seleksi Sekda kemarin ada sekitar tujuh pelamar. Di antaranya ada yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Karawang dan ada juga dari Kementerian Kehutanan,” ungkapnya.

Dari tujuh pelamar tersebut, dua orang dinyatakan gugur pada tahap administrasi sehingga hanya lima peserta yang melanjutkan ke tahapan berikutnya.

“Kelima peserta tersebut kemudian mengikuti tes makalah, wawancara, dan asesmen. Penilaian yang paling menentukan adalah hasil asesmen karena memiliki bobot nilai paling tinggi,” pungkasnya.

Dari hasil seluruh tahapan seleksi, panitia akhirnya menetapkan tiga nama terbaik yang diajukan kepada pejabat pembina kepegawaian, yakni Linae Victoria Aden, Baru dan Farid Wajdi. Linae kemudian ditetapkan dan dilantik sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah definitif. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru