Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus menjadi perhatian. Sejak penetapan status siaga darurat karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 246 kejadia
Karhutla Palangka Raya terus menunjukkan peningkatan. Total 195 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 174,24 hektare sejak 1 Juni hingga 10 Agustus 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Menghadapi tantangan besar dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama pada lahan gambut yang masih menyimpan
DPRD Kota Palangka Raya mengapresiasi kinerja tim gabungan dalam penanganan karhutla serta mendorong penguatan upaya pencegahan di wilayah rawan kebakaran.
BPBD Kota Palangka Raya menyebut kabut asap yang menyelimuti ibu kota Kalimantan Tengah merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Tumbang Nusa, Pulang Pisau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah setempat.
Debit air Sungai Kahayan dan Sungai Rungan di wilayah Kota Palangka Raya terpantau mulai mengalami peningkatan. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam upaya mencegah terjadinya bencana di wilayah Kota Palangka Raya, Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menghadiri kegiatan sosialisasi
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Kahayan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, seiring dengan naiknya debit air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, dipimpin langsung oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi. Melakukan evakuasi warga lansia yang ruma
Beberapa titik di Kota Palangka Raya mengalami kenaikan debit air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, melakukan pengecekan tempat pemungutan suara (TPS) di kawasan pinggiran Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya, Senin, (25/11/2024)
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai muncul di Palangka Raya. Menanggapi kondisi tersebut, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi mengatakan kondisi indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kota Palangka Raya masih dalam kategori sedang.