PROKALTENG.CO-Ribuan wisudawan tampak sumringah mengenakan toga dan bersiap menerima ijazah pada prosesi wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Graha Unesa, Kamis (25/6).
Namun, di tengah kebahagiaan itu, terselip kisah mengharukan yang membuat banyak orang menahan air mata.
Di antara 1.500 lulusan yang diwisuda, ada satu nama yang dipanggil tetapi tak dapat melangkah ke atas panggung.
Dialah Linda Ayu Tivani, mahasiswi Fakultas Ekonomi berusia 22 tahun yang telah meninggal dunia akibat penyakit paru-paru basah yang berkembang sangat cepat.
Sebagai gantinya, sang ibu, Kartiwi, melangkah perlahan mewakili putrinya menerima penghargaan atas perjuangan panjang yang telah ditempuh Linda selama menempuh pendidikan di Unesa.
Momen itu menjadi puncak dari kisah perjuangan seorang mahasiswi yang memilih bertahan menyelesaikan kuliah di tengah kondisi kesehatan yang terus memburuk.
Tak Pernah Mengeluh Meski Menahan Sakit
Di mata keluarga, Linda dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak suka merepotkan orang lain.
Bahkan ketika penyakit mulai menggerogoti tubuhnya, ia memilih menyimpan rasa sakit seorang diri.
Menurut Kartiwi, gejala awal yang dirasakan putrinya hanya berupa batuk biasa. Tidak ada tanda-tanda yang membuat keluarga mengira kondisi tersebut akan berujung pada penyakit serius.
PROKALTENG.CO-Ribuan wisudawan tampak sumringah mengenakan toga dan bersiap menerima ijazah pada prosesi wisuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Graha Unesa, Kamis (25/6).
Namun, di tengah kebahagiaan itu, terselip kisah mengharukan yang membuat banyak orang menahan air mata.
Di antara 1.500 lulusan yang diwisuda, ada satu nama yang dipanggil tetapi tak dapat melangkah ke atas panggung.
Dialah Linda Ayu Tivani, mahasiswi Fakultas Ekonomi berusia 22 tahun yang telah meninggal dunia akibat penyakit paru-paru basah yang berkembang sangat cepat.
Sebagai gantinya, sang ibu, Kartiwi, melangkah perlahan mewakili putrinya menerima penghargaan atas perjuangan panjang yang telah ditempuh Linda selama menempuh pendidikan di Unesa.
Momen itu menjadi puncak dari kisah perjuangan seorang mahasiswi yang memilih bertahan menyelesaikan kuliah di tengah kondisi kesehatan yang terus memburuk.
Tak Pernah Mengeluh Meski Menahan Sakit
Di mata keluarga, Linda dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak suka merepotkan orang lain.
Bahkan ketika penyakit mulai menggerogoti tubuhnya, ia memilih menyimpan rasa sakit seorang diri.
Menurut Kartiwi, gejala awal yang dirasakan putrinya hanya berupa batuk biasa. Tidak ada tanda-tanda yang membuat keluarga mengira kondisi tersebut akan berujung pada penyakit serius.