Wabup Jayadikarta: Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Pulang Pisau Bebas Stunting

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau.

Hal itu disampaikannya saat membuka Ekspose Awal Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting di Aula Bapperida, Kamis (25/6).

Dalam sambutannya, Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius pembangunan daerah.

Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Stunting merupakan persoalan multidimensi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi lingkungan, akses air bersih, pola pengasuhan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga,” ujarnya.

Baca Juga :  Disnakertrans Siapkan Empat Program Dorong Pemulihan Ekonomi

Ia menjelaskan, dampak stunting bersifat jangka panjang karena dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kesehatan, produktivitas, hingga daya saing generasi mendatang.

Oleh sebab itu, percepatan penurunan stunting harus dipandang sebagai investasi strategis untuk menciptakan generasi Pulang Pisau yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Electronic money exchangers listing

Wabup menambahkan, pemerintah pusat telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas nasional melalui pendekatan konvergensi, yakni keterpaduan program lintas sektor yang dilaksanakan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

“Kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kabupaten Pulang Pisau yang bebas stunting,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Pulang Pisau Ingatkan ASN Patuhi Kebijakan Pemerintah Pusat

Ahmad Jayadikarta mengakui berbagai upaya telah dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang dipengaruhi karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan pertanian eks transmigrasi, bantaran sungai, wilayah pesisir, hingga lahan gambut.

Melalui kajian tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas kebijakan konvergensi stunting sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih tepat sasaran untuk menekan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau.(art/kpg)

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau.

Hal itu disampaikannya saat membuka Ekspose Awal Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting di Aula Bapperida, Kamis (25/6).

Dalam sambutannya, Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius pembangunan daerah.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Stunting merupakan persoalan multidimensi yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi lingkungan, akses air bersih, pola pengasuhan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga,” ujarnya.

Baca Juga :  Disnakertrans Siapkan Empat Program Dorong Pemulihan Ekonomi

Ia menjelaskan, dampak stunting bersifat jangka panjang karena dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kesehatan, produktivitas, hingga daya saing generasi mendatang.

Oleh sebab itu, percepatan penurunan stunting harus dipandang sebagai investasi strategis untuk menciptakan generasi Pulang Pisau yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Wabup menambahkan, pemerintah pusat telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas nasional melalui pendekatan konvergensi, yakni keterpaduan program lintas sektor yang dilaksanakan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan sinergi seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

“Kolaborasi dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kabupaten Pulang Pisau yang bebas stunting,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Pulang Pisau Ingatkan ASN Patuhi Kebijakan Pemerintah Pusat

Ahmad Jayadikarta mengakui berbagai upaya telah dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang dipengaruhi karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan pertanian eks transmigrasi, bantaran sungai, wilayah pesisir, hingga lahan gambut.

Melalui kajian tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas kebijakan konvergensi stunting sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih tepat sasaran untuk menekan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau.(art/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru