“Terima kasih kepada pihak kampus dan Pak Rektor. Dengan adanya beasiswa ini, adiknya nanti bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya,” tuturnya.
Linda merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia masuk Unesa melalui jalur mandiri dan dikenal sebagai sosok yang tekun serta tidak pernah menyerah.
Meski tak sempat mengenakan toga di hari wisuda, perjuangannya menyelesaikan pendidikan hingga akhir hayat menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang keluarga, sahabat, dan civitas akademika Unesa.
Hari itu, di tengah gemuruh tepuk tangan para wisudawan, nama Linda Ayu Tivani tetap dipanggil.
Bukan untuk merayakan kelulusan yang biasa, melainkan untuk mengenang seorang mahasiswa yang memilih berjuang hingga titik terakhir demi meraih cita-citanya.(rmt/jpg)
“Terima kasih kepada pihak kampus dan Pak Rektor. Dengan adanya beasiswa ini, adiknya nanti bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya,” tuturnya.
Linda merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia masuk Unesa melalui jalur mandiri dan dikenal sebagai sosok yang tekun serta tidak pernah menyerah.
Meski tak sempat mengenakan toga di hari wisuda, perjuangannya menyelesaikan pendidikan hingga akhir hayat menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang keluarga, sahabat, dan civitas akademika Unesa.
Hari itu, di tengah gemuruh tepuk tangan para wisudawan, nama Linda Ayu Tivani tetap dipanggil.
Bukan untuk merayakan kelulusan yang biasa, melainkan untuk mengenang seorang mahasiswa yang memilih berjuang hingga titik terakhir demi meraih cita-citanya.(rmt/jpg)