Tangis Haru Warnai Wisuda Unesa, Seorang Ibu Wakili Putrinya yang Meninggal Dunia Terima Gelar Sarjana

Namun hasil pemeriksaan rontgen mengungkap kenyataan berbeda. Paru-paru Linda telah dipenuhi cairan sehingga harus segera menjalani perawatan intensif.

“Hasil rontgen keluar tanggal 6. Sore harinya langsung dirawat inap. Saat itu cairan yang diambil sekitar 250 mililiter. Setelah sebulan kontrol tidak ada perubahan, malah dia semakin lemah dan tidak bisa berjalan,” tutur Kartiwi.

Kondisi Linda terus menurun. Saat dibawa ke rumah sakit lain di Kediri, dokter menemukan jumlah cairan di paru-parunya mencapai sekitar 6 liter.

Jumlah tersebut membuat tim medis terkejut karena jauh melebihi kondisi normal.

“Dokter juga kaget melihat kondisinya. Selama ini dia tidak pernah mengeluh. Tidak mau merepotkan orang tua maupun teman-temannya. Semua dipendam sendiri,” ujar Kartiwi dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Mengenal Raline Shah, Aktris yang Kini Jadi Staf Khusus Komdigi

Takut Kehilangan Beasiswa, Tetap Kerjakan Skripsi

Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Linda masih memikirkan pendidikan. Ia menolak mengambil cuti kuliah meski tubuhnya semakin lemah.

Electronic money exchangers listing

Alasannya sederhana namun menyentuh hati. Ia khawatir kehilangan beasiswa yang selama ini membantunya menyelesaikan studi.

Kartiwi mengaku telah berulang kali meminta putrinya beristirahat dan fokus menjalani pengobatan.

Bahkan ia siap mencari tambahan biaya jika Linda harus memperpanjang masa kuliah.

Namun Linda tetap memilih menyelesaikan revisi jurnal dan tugas akhirnya.

“Saya bilang tidak apa-apa kalau harus cuti. Nanti saya cari uang untuk membayar UKT. Tetapi dia tetap tidak mau berhenti kuliah,” kenangnya.

Namun hasil pemeriksaan rontgen mengungkap kenyataan berbeda. Paru-paru Linda telah dipenuhi cairan sehingga harus segera menjalani perawatan intensif.

“Hasil rontgen keluar tanggal 6. Sore harinya langsung dirawat inap. Saat itu cairan yang diambil sekitar 250 mililiter. Setelah sebulan kontrol tidak ada perubahan, malah dia semakin lemah dan tidak bisa berjalan,” tutur Kartiwi.

Kondisi Linda terus menurun. Saat dibawa ke rumah sakit lain di Kediri, dokter menemukan jumlah cairan di paru-parunya mencapai sekitar 6 liter.

Electronic money exchangers listing

Jumlah tersebut membuat tim medis terkejut karena jauh melebihi kondisi normal.

“Dokter juga kaget melihat kondisinya. Selama ini dia tidak pernah mengeluh. Tidak mau merepotkan orang tua maupun teman-temannya. Semua dipendam sendiri,” ujar Kartiwi dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Mengenal Raline Shah, Aktris yang Kini Jadi Staf Khusus Komdigi

Takut Kehilangan Beasiswa, Tetap Kerjakan Skripsi

Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Linda masih memikirkan pendidikan. Ia menolak mengambil cuti kuliah meski tubuhnya semakin lemah.

Alasannya sederhana namun menyentuh hati. Ia khawatir kehilangan beasiswa yang selama ini membantunya menyelesaikan studi.

Kartiwi mengaku telah berulang kali meminta putrinya beristirahat dan fokus menjalani pengobatan.

Bahkan ia siap mencari tambahan biaya jika Linda harus memperpanjang masa kuliah.

Namun Linda tetap memilih menyelesaikan revisi jurnal dan tugas akhirnya.

“Saya bilang tidak apa-apa kalau harus cuti. Nanti saya cari uang untuk membayar UKT. Tetapi dia tetap tidak mau berhenti kuliah,” kenangnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru