Tangis Haru Warnai Wisuda Unesa, Seorang Ibu Wakili Putrinya yang Meninggal Dunia Terima Gelar Sarjana

Semangat itu terus dipertahankan Linda hingga hari-hari terakhir hidupnya. Bahkan setelah keluar dari rumah sakit, ia masih berusaha meyakinkan keluarganya bahwa kondisinya membaik.

“Dia bilang sudah bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda,” kata Kartiwi.

Sayangnya, harapan tersebut tidak berlangsung lama. Kondisinya kembali memburuk.

Sesak napas yang dialami semakin parah hingga akhirnya Linda mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Beasiswa yang Tak Pernah Diceritakan

Ada fakta lain yang baru diketahui keluarga setelah Linda meninggal dunia. Selama tiga semester terakhir, ia ternyata menerima beasiswa dari kampus.

Keluarga baru mengetahui hal itu setelah menanyakan langsung kepada pihak universitas.

Electronic money exchangers listing

Sebelumnya mereka merasa heran karena setiap kali hendak membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), sistem menunjukkan tagihan telah lunas.

Baca Juga :  Mengenal Raline Shah, Aktris yang Kini Jadi Staf Khusus Komdigi

“Ternyata dia menerima beasiswa selama tiga semester. Kami baru mengetahuinya setelah bertanya ke kampus. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan,” ungkap Kartiwi.

Bagi keluarga yang hidup dengan kondisi ekonomi sederhana, bantuan tersebut menjadi dukungan besar bagi perjalanan pendidikan Linda.

Hadiah untuk Perjuangan Linda

Kisah perjuangan Linda rupanya menyentuh hati pimpinan kampus. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan semangatnya menyelesaikan pendidikan,

Rektor Unesa Prof. Nurhasan memberikan kesempatan beasiswa kepada adik Linda yang kini masih duduk di kelas XI SMA.

Bantuan tersebut disambut penuh syukur oleh Kartiwi.

Sebagai seorang buruh dengan penghasilan terbatas, ia mengaku beasiswa itu menjadi harapan baru bagi masa depan anak bungsunya.

Baca Juga :  Penuh Haru! Keretakan Rumah Tangga Diselamatkan Hakim di Pengadilan Agama Nanga Bulik

Semangat itu terus dipertahankan Linda hingga hari-hari terakhir hidupnya. Bahkan setelah keluar dari rumah sakit, ia masih berusaha meyakinkan keluarganya bahwa kondisinya membaik.

“Dia bilang sudah bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda,” kata Kartiwi.

Sayangnya, harapan tersebut tidak berlangsung lama. Kondisinya kembali memburuk.

Electronic money exchangers listing

Sesak napas yang dialami semakin parah hingga akhirnya Linda mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Beasiswa yang Tak Pernah Diceritakan

Ada fakta lain yang baru diketahui keluarga setelah Linda meninggal dunia. Selama tiga semester terakhir, ia ternyata menerima beasiswa dari kampus.

Keluarga baru mengetahui hal itu setelah menanyakan langsung kepada pihak universitas.

Sebelumnya mereka merasa heran karena setiap kali hendak membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), sistem menunjukkan tagihan telah lunas.

Baca Juga :  Mengenal Raline Shah, Aktris yang Kini Jadi Staf Khusus Komdigi

“Ternyata dia menerima beasiswa selama tiga semester. Kami baru mengetahuinya setelah bertanya ke kampus. Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan,” ungkap Kartiwi.

Bagi keluarga yang hidup dengan kondisi ekonomi sederhana, bantuan tersebut menjadi dukungan besar bagi perjalanan pendidikan Linda.

Hadiah untuk Perjuangan Linda

Kisah perjuangan Linda rupanya menyentuh hati pimpinan kampus. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan semangatnya menyelesaikan pendidikan,

Rektor Unesa Prof. Nurhasan memberikan kesempatan beasiswa kepada adik Linda yang kini masih duduk di kelas XI SMA.

Bantuan tersebut disambut penuh syukur oleh Kartiwi.

Sebagai seorang buruh dengan penghasilan terbatas, ia mengaku beasiswa itu menjadi harapan baru bagi masa depan anak bungsunya.

Baca Juga :  Penuh Haru! Keretakan Rumah Tangga Diselamatkan Hakim di Pengadilan Agama Nanga Bulik

Terpopuler

Artikel Terbaru