Antoine Semenyo Bersinar di Ghana: Dari Liga Nonprofesional ke Panggung Internasional

Bangun Subuh Demi Bermain di Liga Amatir

Untuk membangun kembali mental dan kemampuannya, Hockaday memasukkan Semenyo ke tim South Gloucestershire and Stroud (SGS) College yang berkompetisi di level non-liga Inggris.

Perjuangan mereka tidak mudah.

Setiap akhir pekan, Hockaday harus menjemput Semenyo sejak pukul 05.00 pagi dari tempat tinggalnya di Swindon agar bisa mengikuti pertandingan.

Dalam perjalanan panjang menuju lokasi pertandingan, keduanya sering berdiskusi tentang sepak bola, disiplin, dan masa depan.

Dua kata yang selalu ditanamkan Hockaday kepada Semenyo adalah “hunger” dan “belief” atau lapar akan kesuksesan dan keyakinan terhadap diri sendiri.

Dua prinsip tersebut kemudian menjadi fondasi perjalanan karier Semenyo hingga saat ini.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Transaksi Segitiga dari Si Banteng

Menembus Sepak Bola Profesional

Perkembangan Semenyo berlangsung sangat cepat. Penampilannya di kompetisi amatir mulai menarik perhatian klub-klub profesional.

Pada Januari 2018, Bristol City memberikan kontrak profesional pertamanya.

Meski demikian, jalan menuju level tertinggi masih penuh tantangan. Semenyo sempat dipinjamkan ke Bath City dan Newport County untuk mendapatkan pengalaman bermain di level senior.

Di masa-masa awal itu, ia belum langsung bersinar. Bahkan beberapa periode peminjaman dianggap kurang memuaskan.

Namun pengalaman menghadapi pemain yang lebih kuat dan lebih berpengalaman justru membentuk karakter permainannya.

Ia belajar melindungi bola, bertarung secara fisik, dan memahami kerasnya sepak bola profesional.

Bersinar Bersama Bristol City

Momentum kebangkitan datang saat Nigel Pearson menangani Bristol City.

Baca Juga :  Mengaku Mental Terganggu

Pelatih berpengalaman itu memberi kepercayaan lebih kepada pemain muda, termasuk Semenyo.

Kepercayaan tersebut dibayar lunas.

Pada musim 2021/2022, Semenyo mencatatkan delapan gol dan 12 assist. Musim berikutnya ia kembali tampil impresif dengan delapan gol dan dua assist.

Performa tersebut membuat sejumlah klub Liga Inggris mulai mengincarnya.

Ironisnya, Crystal Palace yang pernah menolaknya saat remaja menjadi salah satu klub yang tertarik merekrutnya.

Bangun Subuh Demi Bermain di Liga Amatir

Untuk membangun kembali mental dan kemampuannya, Hockaday memasukkan Semenyo ke tim South Gloucestershire and Stroud (SGS) College yang berkompetisi di level non-liga Inggris.

Perjuangan mereka tidak mudah.

Electronic money exchangers listing

Setiap akhir pekan, Hockaday harus menjemput Semenyo sejak pukul 05.00 pagi dari tempat tinggalnya di Swindon agar bisa mengikuti pertandingan.

Dalam perjalanan panjang menuju lokasi pertandingan, keduanya sering berdiskusi tentang sepak bola, disiplin, dan masa depan.

Dua kata yang selalu ditanamkan Hockaday kepada Semenyo adalah “hunger” dan “belief” atau lapar akan kesuksesan dan keyakinan terhadap diri sendiri.

Dua prinsip tersebut kemudian menjadi fondasi perjalanan karier Semenyo hingga saat ini.

Baca Juga :  Transaksi Segitiga dari Si Banteng

Menembus Sepak Bola Profesional

Perkembangan Semenyo berlangsung sangat cepat. Penampilannya di kompetisi amatir mulai menarik perhatian klub-klub profesional.

Pada Januari 2018, Bristol City memberikan kontrak profesional pertamanya.

Meski demikian, jalan menuju level tertinggi masih penuh tantangan. Semenyo sempat dipinjamkan ke Bath City dan Newport County untuk mendapatkan pengalaman bermain di level senior.

Di masa-masa awal itu, ia belum langsung bersinar. Bahkan beberapa periode peminjaman dianggap kurang memuaskan.

Namun pengalaman menghadapi pemain yang lebih kuat dan lebih berpengalaman justru membentuk karakter permainannya.

Ia belajar melindungi bola, bertarung secara fisik, dan memahami kerasnya sepak bola profesional.

Bersinar Bersama Bristol City

Momentum kebangkitan datang saat Nigel Pearson menangani Bristol City.

Baca Juga :  Mengaku Mental Terganggu

Pelatih berpengalaman itu memberi kepercayaan lebih kepada pemain muda, termasuk Semenyo.

Kepercayaan tersebut dibayar lunas.

Pada musim 2021/2022, Semenyo mencatatkan delapan gol dan 12 assist. Musim berikutnya ia kembali tampil impresif dengan delapan gol dan dua assist.

Performa tersebut membuat sejumlah klub Liga Inggris mulai mengincarnya.

Ironisnya, Crystal Palace yang pernah menolaknya saat remaja menjadi salah satu klub yang tertarik merekrutnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru