Berjibaku di Tengah Karhutla Petuk Katimpun, Anggota Satpol PP Sesak Napas dan Nyaris Pingsan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (14/8/2026) sore, berlangsung cukup berat.

Kondisi di lapangan bahkan membuat seorang anggota Satpol PP Kota Palangka Raya mengalami sesak napas dan nyaris pingsan.

Anggota Satpol PP tersebut diketahui bernama Fatur. Ia merupakan salah satu personel yang ikut berjibaku dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan tersebut.

Kasatpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, Fatur sempat mengalami sesak napas saat berada di lokasi pemadaman.

“Iya benar anggota kami, atas nama Fatur,” kata Berlianto saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8).

Baca Juga :  Potensi Membahayakan, Pohon Terlalu Tinggi Ditumbangkan

Berlianto mengatakan, kondisi Fatur sempat mengkhawatirkan. Namun, setelah mendapatkan penanganan, kondisi anggota Satpol PP tersebut berangsur membaik.

“Tadi sesak napas. Alhamdulillah sudah membaik,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, informasi dari petugas di lapangan menyebut Fatur sempat nyaris pingsan ketika terjebak dalam situasi pemadaman di lokasi karhutla.

Kondisi tersebut menggambarkan beratnya medan yang harus dihadapi petugas dalam penanganan karhutla di Petuk Katimpun. Selain menghadapi kobaran api, petugas juga harus berhadapan dengan asap pekat dan kondisi lahan yang sulit dijangkau.

Meski demikian, proses pemadaman tetap dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan untuk mencegah api meluas ke area lainnya. Berlianto memastikan anggotanya saat ini sudah membaik setelah mengalami sesak napas di lokasi pemadaman.

Baca Juga :  Pencegahan Karhutla Harus Adil dan Berpihak ke Masyarakat

Sementara itu, Manager Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, mengatakan proses pemadaman terus dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

“Kalau terkait api yang mendekati tempat tinggal warga, kami melakukan pemadaman dan blocking terhadap api, sehingga tidak ada bangunan rumah warga maupun sarang walet yang terkena api,” tutupnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (14/8/2026) sore, berlangsung cukup berat.

Kondisi di lapangan bahkan membuat seorang anggota Satpol PP Kota Palangka Raya mengalami sesak napas dan nyaris pingsan.

Anggota Satpol PP tersebut diketahui bernama Fatur. Ia merupakan salah satu personel yang ikut berjibaku dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan tersebut.

Electronic money exchangers listing

Kasatpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, Fatur sempat mengalami sesak napas saat berada di lokasi pemadaman.

“Iya benar anggota kami, atas nama Fatur,” kata Berlianto saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8).

Baca Juga :  Potensi Membahayakan, Pohon Terlalu Tinggi Ditumbangkan

Berlianto mengatakan, kondisi Fatur sempat mengkhawatirkan. Namun, setelah mendapatkan penanganan, kondisi anggota Satpol PP tersebut berangsur membaik.

“Tadi sesak napas. Alhamdulillah sudah membaik,” ujarnya.

Sementara itu, informasi dari petugas di lapangan menyebut Fatur sempat nyaris pingsan ketika terjebak dalam situasi pemadaman di lokasi karhutla.

Kondisi tersebut menggambarkan beratnya medan yang harus dihadapi petugas dalam penanganan karhutla di Petuk Katimpun. Selain menghadapi kobaran api, petugas juga harus berhadapan dengan asap pekat dan kondisi lahan yang sulit dijangkau.

Meski demikian, proses pemadaman tetap dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan untuk mencegah api meluas ke area lainnya. Berlianto memastikan anggotanya saat ini sudah membaik setelah mengalami sesak napas di lokasi pemadaman.

Baca Juga :  Pencegahan Karhutla Harus Adil dan Berpihak ke Masyarakat

Sementara itu, Manager Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, mengatakan proses pemadaman terus dilakukan secara bersama-sama oleh tim gabungan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

“Kalau terkait api yang mendekati tempat tinggal warga, kami melakukan pemadaman dan blocking terhadap api, sehingga tidak ada bangunan rumah warga maupun sarang walet yang terkena api,” tutupnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru