Bisnis Hewan Kurban Menggeliat, Peternak Lokal Kalteng Kebanjiran Permintaan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, bisnis hewan kurban di Palangka Raya menunjukkan peningkatan signifikan, dengan permintaan yang turut menguntungkan peternak lokal Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sejumlah kandang ternak dadakan bermunculan di titik-titik strategis, salah satunya di kawasan Jalan Trans Kalimantan atau Jalan Mahir Mahar arah Kalampangan.

Cek lokasi kandang:

https://maps.app.goo.gl/TSvzyYSBSVTkpkMo8

Aktivitas jual beli sapi dan kambing kurban pun kian ramai, seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin memastikan hewan kurban sesuai syariat sekaligus berkualitas. Pola transaksi kini tidak sekadar berbasis kepercayaan, melainkan mengedepankan transparansi, di mana calon pembeli dapat langsung mengecek kondisi hewan di kandang.

Salah satu pelaku usaha, Rano Rahman, pemilik Berkah Ternak Amanah, mengatakan tren pembelian hewan kurban saat ini cenderung lebih selektif. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kesehatan dan kelayakan hewan.

“Pembeli sekarang lebih teliti. Mereka datang langsung ke kandang untuk memastikan sapi sehat, gemuk, dan memenuhi syariat atau SGM, seperti umur minimal dua tahun dan berjenis kelamin jantan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/5/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Perbankan Harus Lebih Serius Dukung UMKM

Dari sisi pasokan, mayoritas sapi yang dijual berasal dari peternak lokal di Kalteng, seperti wilayah Mantaren, Pangkoh, Pandih Batu hingga Pulang Pisau. Selain itu, tersedia pula sapi dari luar daerah seperti jenis Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga limousin yang memiliki bobot lebih besar dan nilai jual lebih tinggi.

Variasi jenis ini turut memengaruhi harga pasar. Untuk sapi lokal, harga dibanderol mulai Rp17 juta per ekor. Sementara sapi Bali dan NTB berada di kisaran Rp19 juta, dan sapi limousin bisa mencapai Rp30 juta atau lebih. Adapun kambing ditawarkan mulai Rp2,5 juta per ekor.

Rano menyebut, faktor logistik dan pakan turut memengaruhi harga tahun ini, meskipun masih dalam batas wajar. Namun demikian, permintaan tetap stabil, terutama dari kelompok masyarakat yang sudah merencanakan kurban sejak jauh hari.

Baca Juga :  Larangan Peredaran Minyak Goreng Curah Matikan Usaha Kecil

Selain kualitas fisik, edukasi kepada pembeli juga menjadi bagian dari strategi penjualan.

Calon pembeli disarankan memperhatikan struktur tubuh hewan, seperti bagian paha, kondisi bulu, serta nafsu makan sebagai indikator kesehatan.

“Kalau sapi aktif makan dan fisiknya proporsional, itu tanda sehat. Pembeli kami arahkan untuk melihat langsung supaya lebih yakin,” tambahnya.

Dari sisi layanan, pelaku usaha juga mulai mengadopsi pendekatan yang lebih praktis dengan menyediakan jasa pengantaran hewan kurban ke lokasi pelanggan, biasanya satu hingga dua hari sebelum pelaksanaan penyembelihan.

Dengan tren ini, bisnis hewan kurban tidak hanya menjadi aktivitas musiman, tetapi juga bagian dari perputaran ekonomi lokal yang melibatkan peternak, distributor, hingga jasa logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor peternakan di Kalteng.(kpg)

 

 

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, bisnis hewan kurban di Palangka Raya menunjukkan peningkatan signifikan, dengan permintaan yang turut menguntungkan peternak lokal Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sejumlah kandang ternak dadakan bermunculan di titik-titik strategis, salah satunya di kawasan Jalan Trans Kalimantan atau Jalan Mahir Mahar arah Kalampangan.

Cek lokasi kandang:

Electronic money exchangers listing

https://maps.app.goo.gl/TSvzyYSBSVTkpkMo8

Aktivitas jual beli sapi dan kambing kurban pun kian ramai, seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin memastikan hewan kurban sesuai syariat sekaligus berkualitas. Pola transaksi kini tidak sekadar berbasis kepercayaan, melainkan mengedepankan transparansi, di mana calon pembeli dapat langsung mengecek kondisi hewan di kandang.

Salah satu pelaku usaha, Rano Rahman, pemilik Berkah Ternak Amanah, mengatakan tren pembelian hewan kurban saat ini cenderung lebih selektif. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kesehatan dan kelayakan hewan.

“Pembeli sekarang lebih teliti. Mereka datang langsung ke kandang untuk memastikan sapi sehat, gemuk, dan memenuhi syariat atau SGM, seperti umur minimal dua tahun dan berjenis kelamin jantan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga :  Perbankan Harus Lebih Serius Dukung UMKM

Dari sisi pasokan, mayoritas sapi yang dijual berasal dari peternak lokal di Kalteng, seperti wilayah Mantaren, Pangkoh, Pandih Batu hingga Pulang Pisau. Selain itu, tersedia pula sapi dari luar daerah seperti jenis Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga limousin yang memiliki bobot lebih besar dan nilai jual lebih tinggi.

Variasi jenis ini turut memengaruhi harga pasar. Untuk sapi lokal, harga dibanderol mulai Rp17 juta per ekor. Sementara sapi Bali dan NTB berada di kisaran Rp19 juta, dan sapi limousin bisa mencapai Rp30 juta atau lebih. Adapun kambing ditawarkan mulai Rp2,5 juta per ekor.

Rano menyebut, faktor logistik dan pakan turut memengaruhi harga tahun ini, meskipun masih dalam batas wajar. Namun demikian, permintaan tetap stabil, terutama dari kelompok masyarakat yang sudah merencanakan kurban sejak jauh hari.

Baca Juga :  Larangan Peredaran Minyak Goreng Curah Matikan Usaha Kecil

Selain kualitas fisik, edukasi kepada pembeli juga menjadi bagian dari strategi penjualan.

Calon pembeli disarankan memperhatikan struktur tubuh hewan, seperti bagian paha, kondisi bulu, serta nafsu makan sebagai indikator kesehatan.

“Kalau sapi aktif makan dan fisiknya proporsional, itu tanda sehat. Pembeli kami arahkan untuk melihat langsung supaya lebih yakin,” tambahnya.

Dari sisi layanan, pelaku usaha juga mulai mengadopsi pendekatan yang lebih praktis dengan menyediakan jasa pengantaran hewan kurban ke lokasi pelanggan, biasanya satu hingga dua hari sebelum pelaksanaan penyembelihan.

Dengan tren ini, bisnis hewan kurban tidak hanya menjadi aktivitas musiman, tetapi juga bagian dari perputaran ekonomi lokal yang melibatkan peternak, distributor, hingga jasa logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor peternakan di Kalteng.(kpg)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru