PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Palangka Raya sejak Senin (27/7/2026). Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut dipastikan masih berjalan normal dan belum terdampak kondisi tersebut.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Dermawan, mengatakan hingga saat ini tidak ada penundaan maupun pembatalan penerbangan akibat kabut asap. Baik penerbangan reguler maupun nonreguler masih beroperasi sesuai jadwal.
“Sejak 27 Juli, saat kabut asap mulai muncul, khusus di Bandara Tjilik Riwut belum ada dampak terhadap operasional penerbangan. Baik penerbangan reguler maupun unscheduled flight masih berjalan normal sesuai jadwal,” ujarnya.
Menurut Made, operasional penerbangan tetap berjalan karena jarak pandang (visibility) di kawasan bandara masih berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan untuk keselamatan penerbangan, yakni 800 meter.
Ia mengungkapkan, jarak pandang terendah sejauh ini tercatat sekitar 1.200 meter pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
“Jarak pandang itu masih dalam ambang batas normal dan belum pernah mencapai batas minimum bagi pilot untuk melakukan penerbangan. Biasanya, semakin siang kondisi akan membaik hingga mencapai tiga sampai lima kilometer,” jelasnya.
Meski kondisi masih aman, pihak bandara terus memantau perkembangan kabut asap. Apabila jarak pandang turun di bawah batas minimum operasional, penyesuaian penerbangan akan dilakukan sesuai prosedur keselamatan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Untuk saat ini, masyarakat dan calon penumpang diimbau tidak khawatir karena penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya masih berlangsung normal. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Palangka Raya sejak Senin (27/7/2026). Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut dipastikan masih berjalan normal dan belum terdampak kondisi tersebut.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Dermawan, mengatakan hingga saat ini tidak ada penundaan maupun pembatalan penerbangan akibat kabut asap. Baik penerbangan reguler maupun nonreguler masih beroperasi sesuai jadwal.
“Sejak 27 Juli, saat kabut asap mulai muncul, khusus di Bandara Tjilik Riwut belum ada dampak terhadap operasional penerbangan. Baik penerbangan reguler maupun unscheduled flight masih berjalan normal sesuai jadwal,” ujarnya.
Menurut Made, operasional penerbangan tetap berjalan karena jarak pandang (visibility) di kawasan bandara masih berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan untuk keselamatan penerbangan, yakni 800 meter.
Ia mengungkapkan, jarak pandang terendah sejauh ini tercatat sekitar 1.200 meter pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
“Jarak pandang itu masih dalam ambang batas normal dan belum pernah mencapai batas minimum bagi pilot untuk melakukan penerbangan. Biasanya, semakin siang kondisi akan membaik hingga mencapai tiga sampai lima kilometer,” jelasnya.
Meski kondisi masih aman, pihak bandara terus memantau perkembangan kabut asap. Apabila jarak pandang turun di bawah batas minimum operasional, penyesuaian penerbangan akan dilakukan sesuai prosedur keselamatan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Untuk saat ini, masyarakat dan calon penumpang diimbau tidak khawatir karena penerbangan dari dan menuju Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya masih berlangsung normal. (her)