Kabut Asap Pekat Selimuti Lamandau, Warga Mulai Keluhkan Sesak Napas

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Lamandau, Jumat sore (21/8).

Asap yang diduga berasal dari sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang hingga memicu keluhan gangguan pernapasan dari warga.

Salah seorang warga lokal, Ina, menuturkan bahwa kondisi asap pada sore hari ini tergolong cukup parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Ia mengungkapkan bahwa bau menyengat dari sisa pembakaran lahan bahkan mulai menembus masuk ke dalam area pemukiman dan rumah-rumah warga.

“Asapnya terasa makin tebal dan baunya sangat menyengat hidung. Banyak tetangga yang mulai mengeluhkan batuk-batuk, tenggorokan kering, dan mata perih, terutama anak-anak dan lansia yang rentan,” ujar Ina saat ditemui di sekitar kediamannya.

Baca Juga :  Diadili di Nanga Bulik, Terdakwa Kasus Sabu 198 Gram Terancam Hukuman Berat

Melihat situasi kualitas udara yang makin memburuk, masyarakat mengimbau satu sama lain untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Bagi warga yang terpaksa harus keluar ruangan, penggunaan masker medis atau masker N95 sangat disarankan demi meminimalisasi risiko gangguan pernapasan seperti ISPA. (bib)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Lamandau, Jumat sore (21/8).

Asap yang diduga berasal dari sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang hingga memicu keluhan gangguan pernapasan dari warga.

Salah seorang warga lokal, Ina, menuturkan bahwa kondisi asap pada sore hari ini tergolong cukup parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Electronic money exchangers listing

Ia mengungkapkan bahwa bau menyengat dari sisa pembakaran lahan bahkan mulai menembus masuk ke dalam area pemukiman dan rumah-rumah warga.

“Asapnya terasa makin tebal dan baunya sangat menyengat hidung. Banyak tetangga yang mulai mengeluhkan batuk-batuk, tenggorokan kering, dan mata perih, terutama anak-anak dan lansia yang rentan,” ujar Ina saat ditemui di sekitar kediamannya.

Baca Juga :  Diadili di Nanga Bulik, Terdakwa Kasus Sabu 198 Gram Terancam Hukuman Berat

Melihat situasi kualitas udara yang makin memburuk, masyarakat mengimbau satu sama lain untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Bagi warga yang terpaksa harus keluar ruangan, penggunaan masker medis atau masker N95 sangat disarankan demi meminimalisasi risiko gangguan pernapasan seperti ISPA. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru