PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus meningkat. Hingga 21 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 306 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 264,79 hektare.
Data tersebut dihimpun sejak Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026. Dari lima kecamatan yang ada, Jekan Raya menjadi wilayah dengan kasus karhutla paling banyak, yakni 204 kejadian, disusul Sebangau 69 kejadian, Pahandut 25 kejadian, dan Bukit Batu delapan kejadian.
Sementara itu, Kecamatan Rakumpit hingga 21 Agustus 2026 tercatat belum mengalami kejadian karhutla.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, membenarkan angka tersebut. Menurutnya, ratusan kejadian itu tercatat selama masa Siaga Darurat Karhutla berlangsung.
“Dari penetapan status Siaga Darurat Karhutla tanggal 1 Juni sampai dengan 21 Agustus 2026, telah terjadi kebakaran lahan sebanyak 306 kali dengan total luas lahan yang terbakar 264,79 hektare,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
Tingginya jumlah kejadian karhutla menjadi perhatian BPBD, terlebih kondisi cuaca masih berpotensi kering dengan hari hujan dan curah hujan yang semakin minim.
Kondisi tersebut membuat potensi munculnya titik api tetap perlu diwaspadai. BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan. Pelaporan lebih awal dinilai penting agar api dapat ditangani sebelum meluas dan menyebabkan dampak yang lebih besar.
“Peringatan dini ini dikeluarkan melihat fenomena cuaca yang semakin sedikit hari hujan maupun curah hujan, serta karhutla yang terjadi setiap hari,” tutup Heri. (jef)


