Karhutla Masih Ancaman Serius! BPBD Lamandau Catat 135 Hotspot dan 67,75 Hektare Lahan Terbakar

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Lamandau. Tim gabungan terus berupaya menangani karhutla yang melalap puluhan hektare lahan di wilayah setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Hendikel. Mengungkapkan, berdasarkan rekapitulasi BMKG Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun hingga 21 Agustus 2026, terdeteksi ratusan titik panas di wilayahnya.

“Menurut informasi dari BMKG Iskandar Pangkalan Bun, sampai 21 Agustus 2026 ini dari rekapitulasi ada 135 titik,” ujar Hendikel saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan data tersebut, Kecamatan Lamandau menjadi wilayah dengan persebaran hotspot terbanyak mencapai 88 titik. Disusul Kecamatan Bulik 25 titik, Belantikan Raya 10 titik, Bulik Timur 9 titik, dan Menthobi Raya 3 titik. Sementara itu, tiga kecamatan lainnya yakni Delang, Sematu Jaya, dan Batang Kawa tercatat nihil hotspot.

Baca Juga :  Bupati Instruksikan Seluruh OPD Utamakan Program-Program Strategis yang Telah Dirancang

Selain memantau titik panas, tim gabungan BPBD Lamandau juga bergerak aktif memadamkan api di lapangan.

“Dari seluruh penanganan tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 67,75 hektare dari total 49 kali penanganan karhutla,” jelas Hendikel.

Hendikel menerangkan bahwa karakteristik wilayah Lamandau menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman, terutama di kawasan rawan.

Electronic money exchangers listing

“Tanah di Kabupaten Lamandau didominasi tanah mineral dan gambut,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan lahan gambut memerlukan perhatian ekstra karena kebakaran di kawasan tersebut sangat berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara cepat dan tepat.

“Oleh karena itu, kami BPBD Lamandau terus memantau serta menindaklanjuti setiap potensi karhutla guna mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tandasnya. (bib/kpg)

Baca Juga :  Lamandau Mulai Cetak Sawah Baru, Dukung Target Swasembada Pangan Kalteng

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Lamandau. Tim gabungan terus berupaya menangani karhutla yang melalap puluhan hektare lahan di wilayah setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Hendikel. Mengungkapkan, berdasarkan rekapitulasi BMKG Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun hingga 21 Agustus 2026, terdeteksi ratusan titik panas di wilayahnya.

“Menurut informasi dari BMKG Iskandar Pangkalan Bun, sampai 21 Agustus 2026 ini dari rekapitulasi ada 135 titik,” ujar Hendikel saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).

Electronic money exchangers listing

Berdasarkan data tersebut, Kecamatan Lamandau menjadi wilayah dengan persebaran hotspot terbanyak mencapai 88 titik. Disusul Kecamatan Bulik 25 titik, Belantikan Raya 10 titik, Bulik Timur 9 titik, dan Menthobi Raya 3 titik. Sementara itu, tiga kecamatan lainnya yakni Delang, Sematu Jaya, dan Batang Kawa tercatat nihil hotspot.

Baca Juga :  Bupati Instruksikan Seluruh OPD Utamakan Program-Program Strategis yang Telah Dirancang

Selain memantau titik panas, tim gabungan BPBD Lamandau juga bergerak aktif memadamkan api di lapangan.

“Dari seluruh penanganan tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 67,75 hektare dari total 49 kali penanganan karhutla,” jelas Hendikel.

Hendikel menerangkan bahwa karakteristik wilayah Lamandau menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman, terutama di kawasan rawan.

“Tanah di Kabupaten Lamandau didominasi tanah mineral dan gambut,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan lahan gambut memerlukan perhatian ekstra karena kebakaran di kawasan tersebut sangat berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara cepat dan tepat.

“Oleh karena itu, kami BPBD Lamandau terus memantau serta menindaklanjuti setiap potensi karhutla guna mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tandasnya. (bib/kpg)

Baca Juga :  Lamandau Mulai Cetak Sawah Baru, Dukung Target Swasembada Pangan Kalteng

Terpopuler

Artikel Terbaru