Kabut Asap Menebal, Jarak Pandang di Bandara Tjilik Riwut Anjlok hingga 600 Meter

“Setiap penerbangan memiliki ketentuan dan minimum operasional yang harus dipenuhi. Hal ini mempertimbangkan jenis pesawat, prosedur pendekatan (approach), ketersediaan fasilitas navigasi, serta kondisi aktual di lapangan,” paparnya.

Apabila visibilitas berada di bawah standar minimum yang dipersyaratkan, pihak bandara bersama maskapai dan pilot akan melakukan penyesuaian operasional.

Tindakan taktis ini meliputi penundaan keberangkatan atau kedatangan (delay), menunda pendaratan sembari menunggu cuaca membaik (holding), melakukan manuver batal mendarat (go-around), hingga keputusan operasional lainnya.

Sebagai bentuk mitigasi dari sisi infrastruktur darat, pengelola Bandara Tjilik Riwut secara berkala memantau perkembangan cuaca, memastikan seluruh fasilitas operasional dan navigasi berfungsi optimal, serta memperkuat jalur komunikasi.

Baca Juga :  Mutasi Kasat Lantas Lamandau, Kapolres Soroti Kamseltibcarlantas

Koordinasi intensif terus dijalin dengan Air Traffic Control (ATC), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihak maskapai, dan seluruh stakeholder aviasi.

Setiap pembaruan informasi cuaca langsung didistribusikan kepada pihak-pihak terkait agar pengambilan keputusan operasional dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terukur.

“Prinsip kami jelas, yaitu keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap keputusan operasional akan selalu disesuaikan dengan kondisi aktual dan ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku,” pungkasnya. (her)

“Setiap penerbangan memiliki ketentuan dan minimum operasional yang harus dipenuhi. Hal ini mempertimbangkan jenis pesawat, prosedur pendekatan (approach), ketersediaan fasilitas navigasi, serta kondisi aktual di lapangan,” paparnya.

Apabila visibilitas berada di bawah standar minimum yang dipersyaratkan, pihak bandara bersama maskapai dan pilot akan melakukan penyesuaian operasional.

Tindakan taktis ini meliputi penundaan keberangkatan atau kedatangan (delay), menunda pendaratan sembari menunggu cuaca membaik (holding), melakukan manuver batal mendarat (go-around), hingga keputusan operasional lainnya.

Electronic money exchangers listing

Sebagai bentuk mitigasi dari sisi infrastruktur darat, pengelola Bandara Tjilik Riwut secara berkala memantau perkembangan cuaca, memastikan seluruh fasilitas operasional dan navigasi berfungsi optimal, serta memperkuat jalur komunikasi.

Baca Juga :  Mutasi Kasat Lantas Lamandau, Kapolres Soroti Kamseltibcarlantas

Koordinasi intensif terus dijalin dengan Air Traffic Control (ATC), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihak maskapai, dan seluruh stakeholder aviasi.

Setiap pembaruan informasi cuaca langsung didistribusikan kepada pihak-pihak terkait agar pengambilan keputusan operasional dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terukur.

“Prinsip kami jelas, yaitu keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap keputusan operasional akan selalu disesuaikan dengan kondisi aktual dan ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru