PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Melimpahnya hasil tangkapan ikan belum otomatis membuat nelayan di Desa Baun Bango, Kabupaten Katingan, semakin sejahtera. Sebagian besar ikan masih dijual dalam kondisi segar sehingga nelayan rentan bergantung pada harga yang ditentukan pedagang pengumpul atau tengkulak.
Tim pengabdian masyarakat Universitas Palangka Raya (UPR) sukses jalankan program pemberdayaan ekonomi di Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan.
Sasaran utama program ini Kelompok Nelayan Tangkap Dukuh Tumbang Danau dan Ibu-ibu PKK setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan bertahap pada 6–7 dan 19–20 Agustus 2026 ini memfokuskan pendampingan pada inovasi pengolahan ikan dan digitalisasi pemasaran.
Program yang melibatkan 20 peserta ini didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Ketua tim pelaksana, Suherman, menyebutkan program ini dirancang untuk merespons persoalan klasik nelayan setempat.
“Desa Baun Bango ini memiliki potensi perikanan air tawar yang sangat melimpah, mulai dari ikan toman, gabus, baung, hingga lais,” papar Suherman dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Namun, ia menyayangkan mayoritas hasil tangkapan masih dijual dalam kondisi segar sehingga mutu ikan cepat menurun.
“Akibatnya, nelayan sangat bergantung pada permainan harga dari pedagang pengumpul atau tengkulak,” tambahnya.
Merespons kendala itu, tim UPRÂ yang beranggotakan para dosen, Nurlia Eka Damayanti, Muhammad Farras Nasrida, serta sejumlah mahasiswa lintas program studi, memberikan pelatihan pengolahan ikan dengan pendekatan partisipatif.


