PROKALTENG.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Jawa Tengah.
Dugaan tersebut mencuat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang mengamankan 14 orang di Purwokerto dan Jakarta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihak rektorat Unsoed diduga menetapkan tarif hingga ratusan juta rupiah bagi calon mahasiswa yang ingin masuk Fakultas Kedokteran.
“Ratusan juta rupiah untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8).
KPK masih akan menelusuri apakah dugaan praktik tersebut hanya berlangsung dalam proses penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran atau turut terjadi di fakultas lain di lingkungan Unsoed.
“Atau juga terjadi di fakultas-fakultas lainnya,” ucapnya.
KPK menyayangkan dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Budi menilai, institusi pendidikan semestinya tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membentuk nilai serta karakter.
Terlebih, dugaan praktik transaksional tersebut diduga berlangsung sejak tahap awal, yakni ketika calon mahasiswa mengikuti proses penerimaan untuk dapat masuk ke perguruan tinggi.
“Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus, gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” sesalnya.
PROKALTENG.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Jawa Tengah.
Dugaan tersebut mencuat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang mengamankan 14 orang di Purwokerto dan Jakarta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihak rektorat Unsoed diduga menetapkan tarif hingga ratusan juta rupiah bagi calon mahasiswa yang ingin masuk Fakultas Kedokteran.
“Ratusan juta rupiah untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8).
KPK masih akan menelusuri apakah dugaan praktik tersebut hanya berlangsung dalam proses penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran atau turut terjadi di fakultas lain di lingkungan Unsoed.
“Atau juga terjadi di fakultas-fakultas lainnya,” ucapnya.
KPK menyayangkan dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Budi menilai, institusi pendidikan semestinya tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membentuk nilai serta karakter.
Terlebih, dugaan praktik transaksional tersebut diduga berlangsung sejak tahap awal, yakni ketika calon mahasiswa mengikuti proses penerimaan untuk dapat masuk ke perguruan tinggi.
“Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus, gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” sesalnya.