PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kawasan kampus utama Universitas Palangka Raya (UPR).
Sejumlah titik api sempat terdeteksi mendekati fasilitas vital, termasuk Gedung Merah Putih dan Gedung PPIIG.
Merespons situasi ini, pihak universitas bergerak cepat melakukan upaya pemadaman guna mengamankan aset-aset fisik kampus dari ancaman api.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UPR, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, membenarkan adanya titik-titik api (hotspot) di kawasan kampus utama yang memiliki luas keseluruhan sekitar 200 hektare tersebut.
“Strategi utama kita saat ini adalah mengamankan aset bangunan dan aset-aset fisik yang terancam terbakar. Kita berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan armada tangki air dan mesin pompa air di bawah kendali Unit Penunjang Akademik (UPA) dan BMN,” jelas Dr. Jhon Retei dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa titik api sempat terdeteksi mendekati beberapa fasilitas vital kampus, di antaranya Gedung Merah Putih, dan Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG).
Karena luasan api yang cukup besar dan karakteristik lahan bergambut, pihak UPR juga telah berkoordinasi untuk meminta bantuan pemadaman dari Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Meski sempat mengkhawatirkan, Dr. Jhon memastikan bahwa intensitas kebakaran saat ini sudah mulai menurun.
“Sampai hari ini, spot-spot api sudah mulai berkurang dan terkendali. Namun, karena kondisi kemarau dan lahan gambut, api sewaktu-waktu bisa muncul kembali. Kami mengimbau seluruh civitas akademika untuk tetap waspada,” tegasnya. (her)


