PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 132 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga 19 Agustus 2026, di tengah meningkatnya dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Dari hari ke hari kami menyampaikan laporan terakumulasi kasus ISPA kepada pemerintah provinsi,” ujar Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, Puskesmas Kayon menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni 25 kasus.
Selanjutnya Puskesmas Bukit Hindu mencatat 21 kasus dan Puskesmas Pahandut sebanyak 18 kasus.
“Kasus-kasus tersebut terus kami pantau dan laporkan secara rutin sebagai bagian dari pengawasan kondisi kesehatan masyarakat,” katanya.
Selain tiga puskesmas tersebut, Puskesmas Panarung mencatat 14 kasus, Marina Permai 13 kasus, serta Puskesmas Kereng Bangkirai dan Menteng masing-masing melaporkan 12 kasus ISPA.
Riduan menegaskan kondisi kualitas udara akibat kabut asap karhutla berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
Sementara itu, Puskesmas Tangkiling mencatat 9 kasus ISPA, disusul Puskesmas Jekan Raya sebanyak 5 kasus dan Kelampangan 3 kasus.
“Jika ada warga kita yang mengalami batuk, untuk segera mungkin mendatangi fasilitas kesehatan,” tegasnya.
Menurutnya, gejala seperti batuk, sesak napas, maupun iritasi saluran pernapasan tidak boleh diabaikan, terutama saat kualitas udara sedang menurun akibat paparan asap.


