Rp 50 Miliar dari DBH-DR Disiapkan, Dishut Kalteng Perkuat Perlawanan terhadap Karhutla

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng selama musim kemarau 2026.

“Anggaran penanganan karhutla tahun ini yang bersumber dari DBH-DR kurang lebih mencapai Rp50 miliar,” kata Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining, Jumat (21/8/2026).

Anggaran tersebut dialokasikan untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla di berbagai wilayah Kalteng, termasuk pengadaan kendaraan roda tiga bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) dan penyediaan peralatan pendukung di lapangan.

“Dana itu digunakan untuk mendukung kegiatan pemadaman serta penguatan sarana dan prasarana bagi tim yang bertugas menangani karhutla,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Kelancaran Pemeriksaan LKPD 2021, Ini Arahan Pj Sekda Kalteng

Di tengah masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, Dishut Kalteng terus mengoptimalkan dukungan operasional bagi petugas, relawan, dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Yang jelas, seluruh pihak yang melakukan pemadaman sudah menerima pembayaran,” tegas Agustan saat ditanya mengenai realisasi penggunaan anggaran tersebut.

Menurutnya, tugas pemadaman karhutla memiliki tingkat risiko yang tinggi karena petugas dan relawan harus berhadapan langsung dengan api, asap, serta kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.

Electronic money exchangers listing

“Memadamkan kebakaran hutan dan lahan bukan pekerjaan yang ringan. Mereka yang turun ke lapangan mempertaruhkan keselamatan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

Agustan menambahkan, dukungan anggaran dari Dana Reboisasi diberikan sesuai ketentuan yang berlaku kepada MPA, relawan, dan kelompok masyarakat yang terdaftar dalam sistem penanganan karhutla di Kalteng.

Baca Juga :  Disdik Kalteng Dorong Guru Kuasai Teknologi, Siap Hadapi Era AI

“Karena itu, pemerintah harus memastikan dukungan operasional dan kebutuhan mereka tetap terpenuhi agar penanganan karhutla dapat berjalan maksimal,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng selama musim kemarau 2026.

“Anggaran penanganan karhutla tahun ini yang bersumber dari DBH-DR kurang lebih mencapai Rp50 miliar,” kata Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining, Jumat (21/8/2026).

Anggaran tersebut dialokasikan untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla di berbagai wilayah Kalteng, termasuk pengadaan kendaraan roda tiga bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) dan penyediaan peralatan pendukung di lapangan.

Electronic money exchangers listing

“Dana itu digunakan untuk mendukung kegiatan pemadaman serta penguatan sarana dan prasarana bagi tim yang bertugas menangani karhutla,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Kelancaran Pemeriksaan LKPD 2021, Ini Arahan Pj Sekda Kalteng

Di tengah masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, Dishut Kalteng terus mengoptimalkan dukungan operasional bagi petugas, relawan, dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Yang jelas, seluruh pihak yang melakukan pemadaman sudah menerima pembayaran,” tegas Agustan saat ditanya mengenai realisasi penggunaan anggaran tersebut.

Menurutnya, tugas pemadaman karhutla memiliki tingkat risiko yang tinggi karena petugas dan relawan harus berhadapan langsung dengan api, asap, serta kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.

“Memadamkan kebakaran hutan dan lahan bukan pekerjaan yang ringan. Mereka yang turun ke lapangan mempertaruhkan keselamatan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

Agustan menambahkan, dukungan anggaran dari Dana Reboisasi diberikan sesuai ketentuan yang berlaku kepada MPA, relawan, dan kelompok masyarakat yang terdaftar dalam sistem penanganan karhutla di Kalteng.

Baca Juga :  Disdik Kalteng Dorong Guru Kuasai Teknologi, Siap Hadapi Era AI

“Karena itu, pemerintah harus memastikan dukungan operasional dan kebutuhan mereka tetap terpenuhi agar penanganan karhutla dapat berjalan maksimal,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru