Prof Bhayu Rhama Usung Visi UPR Mendunia 
Berbasis Huma Betang

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama memaparkan secara komprehensif visi, misi, dan program kerjanya sebagai Calon Rektor UPR dalam agenda sosialisasi pemilihan rektor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR. Kamis (18/6/2026).

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara kearifan lokal dan daya saing internasional.

Konsep kepemimpinannya dirangkum dalam sebuah gagasan besar yang mengedepankan kualitas dan kontribusi nyata universitas.

“Visi misi kami memiliki tagline: World-class impact and global recognition, artinya kita akan mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul berbasis falsafah Huma Betang yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.” jelasnya

Sebagai akademisi lulusan S3 University of Central Lancashire (UCLan) Inggris, dan Asesor BAN-PT, Prof. Bhayu mengaku visinya dirumuskan berdasarkan evaluasi mendalam terhadap kondisi riil dan kendala yang dihadapi UPR saat ini.

“Visi misi saya berangkat dari beberapa tantangan yang ada di Universitas Palangka Raya, yaitu keterbatasan sarana dan prasarana. Misalnya, jaringan listrik yang saat ini kurang memadai, anggaran yang terbatas baik proporsi alokasi anggaran universitas maupun fakultas serta keterbatasan dalam sumber daya manusia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” paparnya secara terbuka.

Baca Juga :  Ditemukan 14 Pelanggaran! 13 Teguran Tertulis dan 1 Teguran Lisan

Untuk memecahkan kebuntuan tersebut, ia telah merancang strategi perbaikan tata kelola yang sistematis.

Electronic money exchangers listing

“Oleh sebab itu, kita berusaha agar semua tantangan tersebut bisa diselesaikan melalui manajemen anggaran dan peningkatan kualitas serta kuantitas SDM,” lanjutnya.

Jika dipercaya memimpin UPR, Prof. Bhayu mematok target tinggi di bidang akademik dan penjaminan mutu, yang akan dieksekusi secara cepat dan terukur.

“Kita menargetkan mewujudkan akreditasi universitas unggul dalam empat tahun ke depan, renovasi ruang Senat dan fasilitas lainnya, serta perbaikan ruang dosen dan jaringan internet di lingkungan kampus,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada perbaikan internal institusi, visi Prof. Bhayu juga diarahkan untuk merespons kebutuhan industri strategis di wilayah Kalimantan Tengah. Ia berencana mendekatkan dunia akademik dengan dunia industri melalui riset yang aplikatif.

Baca Juga :  Mobil Terperosok ke Sungai Akibat Jembatan Kayu Patah dan Muatan Berlebihan

“Untuk riset dan inovasi, kita akan membuat miniatur industri atau *living laboratory* untuk mengembangkan industri lokal seperti sawit, pertambangan, dan pusat studi gambut,” jelasnya

Di penghujung paparannya, Prof. Bhayu menegaskan komitmennya terhadap pembangunan ekosistem kampus yang ramah, inklusif, dan menjamin kesejahteraan seluruh sivitas akademika, terutama mahasiswa.

“Kita akan menyediakan unit layanan disabilitas, ruang terbuka hijau, serta menjamin ketersediaan layanan kesehatan yang inklusif, gratis, dan terjangkau bagi seluruh mahasiswa dan warga kampus melalui operasional klinik BPJS,” tutupnya di hadapan para akademisi FEB dalam sosialisasi tersebut.

Melalui 8 program prioritas yang ditawarkannya mulai dari Smart Campus, skema carbon trading, hingga kawasan berbahasa Inggris (English zone) Prof. Bhayu Rhama optimistis dapat membawa UPR bertransformasi menjadi kampus yang modern, mandiri secara finansial, dan bereputasi di tingkat global tanpa meninggalkan akar budaya lokal. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama memaparkan secara komprehensif visi, misi, dan program kerjanya sebagai Calon Rektor UPR dalam agenda sosialisasi pemilihan rektor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR. Kamis (18/6/2026).

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara kearifan lokal dan daya saing internasional.

Konsep kepemimpinannya dirangkum dalam sebuah gagasan besar yang mengedepankan kualitas dan kontribusi nyata universitas.

Electronic money exchangers listing

“Visi misi kami memiliki tagline: World-class impact and global recognition, artinya kita akan mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul berbasis falsafah Huma Betang yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.” jelasnya

Sebagai akademisi lulusan S3 University of Central Lancashire (UCLan) Inggris, dan Asesor BAN-PT, Prof. Bhayu mengaku visinya dirumuskan berdasarkan evaluasi mendalam terhadap kondisi riil dan kendala yang dihadapi UPR saat ini.

“Visi misi saya berangkat dari beberapa tantangan yang ada di Universitas Palangka Raya, yaitu keterbatasan sarana dan prasarana. Misalnya, jaringan listrik yang saat ini kurang memadai, anggaran yang terbatas baik proporsi alokasi anggaran universitas maupun fakultas serta keterbatasan dalam sumber daya manusia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” paparnya secara terbuka.

Baca Juga :  Ditemukan 14 Pelanggaran! 13 Teguran Tertulis dan 1 Teguran Lisan

Untuk memecahkan kebuntuan tersebut, ia telah merancang strategi perbaikan tata kelola yang sistematis.

“Oleh sebab itu, kita berusaha agar semua tantangan tersebut bisa diselesaikan melalui manajemen anggaran dan peningkatan kualitas serta kuantitas SDM,” lanjutnya.

Jika dipercaya memimpin UPR, Prof. Bhayu mematok target tinggi di bidang akademik dan penjaminan mutu, yang akan dieksekusi secara cepat dan terukur.

“Kita menargetkan mewujudkan akreditasi universitas unggul dalam empat tahun ke depan, renovasi ruang Senat dan fasilitas lainnya, serta perbaikan ruang dosen dan jaringan internet di lingkungan kampus,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada perbaikan internal institusi, visi Prof. Bhayu juga diarahkan untuk merespons kebutuhan industri strategis di wilayah Kalimantan Tengah. Ia berencana mendekatkan dunia akademik dengan dunia industri melalui riset yang aplikatif.

Baca Juga :  Mobil Terperosok ke Sungai Akibat Jembatan Kayu Patah dan Muatan Berlebihan

“Untuk riset dan inovasi, kita akan membuat miniatur industri atau *living laboratory* untuk mengembangkan industri lokal seperti sawit, pertambangan, dan pusat studi gambut,” jelasnya

Di penghujung paparannya, Prof. Bhayu menegaskan komitmennya terhadap pembangunan ekosistem kampus yang ramah, inklusif, dan menjamin kesejahteraan seluruh sivitas akademika, terutama mahasiswa.

“Kita akan menyediakan unit layanan disabilitas, ruang terbuka hijau, serta menjamin ketersediaan layanan kesehatan yang inklusif, gratis, dan terjangkau bagi seluruh mahasiswa dan warga kampus melalui operasional klinik BPJS,” tutupnya di hadapan para akademisi FEB dalam sosialisasi tersebut.

Melalui 8 program prioritas yang ditawarkannya mulai dari Smart Campus, skema carbon trading, hingga kawasan berbahasa Inggris (English zone) Prof. Bhayu Rhama optimistis dapat membawa UPR bertransformasi menjadi kampus yang modern, mandiri secara finansial, dan bereputasi di tingkat global tanpa meninggalkan akar budaya lokal. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru