Survei IPO Agustus 2026: Prabowo Masih Teratas 23,4 Persen, Diikuti Dedi Mulyadi 21,7 Persen

PROKALTENG.CO-Nama Presiden Prabowo Subianto masih menjadi pilihan teratas masyarakat jika pemilihan presiden digelar saat ini. Hal itu tergambar dalam survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Dalam simulasi terbuka, Prabowo memperoleh elektabilitas 23,4 persen. Namun, posisi tersebut belum bisa disebut dominan karena Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada sangat dekat dengan angka 21,7 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut posisi Prabowo masih terbantu statusnya sebagai presiden yang membuat tingkat keterkenalan dan ingatan publik terhadap dirinya relatif tinggi.

Meski unggul, IPO menilai elektabilitas Prabowo masih dapat berubah. Kinerja pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat disebut menjadi faktor penting dalam menjaga tingkat dukungan tersebut.

Baca Juga :  WMY dan Habib Tegaskan Komitmen Terhadap Pendidikan Inklusif dan Fasilitas Disabilitas

“Keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik,” kata Dedi Kurnia Syah dalam keterangan, Minggu (9/8/2026).

Dedi Mulyadi Membuntuti

Persaingan posisi teratas menjadi menarik karena jarak Prabowo dengan Dedi Mulyadi hanya 1,7 poin persentase.

Electronic money exchangers listing

Dedi Mulyadi yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat menempati peringkat kedua dengan elektabilitas 21,7 persen.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 11,5 persen.

Nama lain yang masuk dalam simulasi IPO yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, serta Gibran Rakabuming Raka dengan 3,9 persen.

Sejumlah tokoh lainnya memperoleh angka di bawah 3 persen. Sherly Tjoanda tercatat 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen dan Zulkifli Hasan 1 persen.

Baca Juga :  PKS Istiqamah jadi Oposisi, Gerindra Janji Tetap Kritis

Masih terdapat 17 persen responden yang belum menentukan pilihan atau memilih tidak mengungkapkan pilihannya.

Metode Survei

Survei IPO tersebut digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.

Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Hasil tersebut menggambarkan kondisi elektabilitas berdasarkan pilihan responden saat survei dilakukan. Dinamika politik, kinerja pemerintahan, popularitas tokoh dan perkembangan isu publik masih dapat memengaruhi peta dukungan menjelang kontestasi berikutnya. (jpg)

PROKALTENG.CO-Nama Presiden Prabowo Subianto masih menjadi pilihan teratas masyarakat jika pemilihan presiden digelar saat ini. Hal itu tergambar dalam survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Dalam simulasi terbuka, Prabowo memperoleh elektabilitas 23,4 persen. Namun, posisi tersebut belum bisa disebut dominan karena Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada sangat dekat dengan angka 21,7 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut posisi Prabowo masih terbantu statusnya sebagai presiden yang membuat tingkat keterkenalan dan ingatan publik terhadap dirinya relatif tinggi.

Electronic money exchangers listing

Meski unggul, IPO menilai elektabilitas Prabowo masih dapat berubah. Kinerja pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat disebut menjadi faktor penting dalam menjaga tingkat dukungan tersebut.

Baca Juga :  WMY dan Habib Tegaskan Komitmen Terhadap Pendidikan Inklusif dan Fasilitas Disabilitas

“Keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik,” kata Dedi Kurnia Syah dalam keterangan, Minggu (9/8/2026).

Dedi Mulyadi Membuntuti

Persaingan posisi teratas menjadi menarik karena jarak Prabowo dengan Dedi Mulyadi hanya 1,7 poin persentase.

Dedi Mulyadi yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat menempati peringkat kedua dengan elektabilitas 21,7 persen.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 11,5 persen.

Nama lain yang masuk dalam simulasi IPO yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, serta Gibran Rakabuming Raka dengan 3,9 persen.

Sejumlah tokoh lainnya memperoleh angka di bawah 3 persen. Sherly Tjoanda tercatat 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen dan Zulkifli Hasan 1 persen.

Baca Juga :  PKS Istiqamah jadi Oposisi, Gerindra Janji Tetap Kritis

Masih terdapat 17 persen responden yang belum menentukan pilihan atau memilih tidak mengungkapkan pilihannya.

Metode Survei

Survei IPO tersebut digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.

Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Hasil tersebut menggambarkan kondisi elektabilitas berdasarkan pilihan responden saat survei dilakukan. Dinamika politik, kinerja pemerintahan, popularitas tokoh dan perkembangan isu publik masih dapat memengaruhi peta dukungan menjelang kontestasi berikutnya. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru