PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menuntut transparansi di tengah maraknya antrean panjang bahan bakar minyak (BBM), Aliansi Masyarakat Resah mendesak PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk membuka data spesifik penyaluran BBM subsidi secara mendetail, Senin (14/9/2026).
Massa menilai data kuota harian yang diberikan pihak Pertamina belum cukup menjawab keresahan publik terkait dugaan penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Dalam pertemuan dengan perwakilan massa, Pertamina menyerahkan sejumlah data umum terkait kuota Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) tahun 2026.
Berdasarkan data tersebut, kuota JBKP untuk Kalteng tercatat sebesar 375,989 kiloliter, sementara alokasi untuk Kota Palangka Raya mencapai 99,087 kiloliter.
Selain itu, Pertamina juga menunjukkan daftar kantor Corporate Sales Kalimantan yang berada di Samarinda, Berau, Tarakan, Banjarmasin, Palangka Raya, dan Pontianak.
Sales Area Manager Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, menjelaskan data yang diberikan kepada massa merupakan data yang dapat dipublikasikan secara umum.
Sementara data yang lebih spesifik terkait distribusi BBM tidak dapat disampaikan kepada publik.
“Data yang kami berikan adalah data umum. Untuk data yang sifatnya spesifik tidak bisa kami berikan,” ujar Donny kepada massa aksi.
Penjelasan tersebut langsung mendapat tanggapan dari peserta aksi.
Salah satu anggota Aliansi Masyarakat Resah, Affan Setiawan, menilai masyarakat berhak mengetahui data penyaluran BBM secara lebih rinci agar persoalan antrean dan dugaan distribusi yang tidak tepat sasaran dapat diketahui secara terbuka.


