Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting mengingat keluhan masyarakat terkait antrean BBM subsidi masih terus terjadi di berbagai SPBU, termasuk di Kota Palangka Raya.
“Kami meminta masyarakat segera mengetahui data spesifik penyaluran BBM secara detail. Dengan begitu publik bisa melihat bagaimana distribusinya dan di mana persoalan sebenarnya terjadi,” tegas Affan.
Massa menilai data kuota tahunan saja belum cukup menjawab keresahan masyarakat yang setiap hari menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM subsidi.
Mereka berharap Pertamina bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai pola distribusi dan pengawasan penyaluran BBM di lapangan.
Aksi yang melibatkan unsur organisasi kemasyarakatan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Hingga sore hari, dialog antara perwakilan massa dan pihak Pertamina masih berlangsung untuk mencari solusi atas persoalan distribusi BBM yang dikeluhkan warga. (adr)
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting mengingat keluhan masyarakat terkait antrean BBM subsidi masih terus terjadi di berbagai SPBU, termasuk di Kota Palangka Raya.
“Kami meminta masyarakat segera mengetahui data spesifik penyaluran BBM secara detail. Dengan begitu publik bisa melihat bagaimana distribusinya dan di mana persoalan sebenarnya terjadi,” tegas Affan.
Massa menilai data kuota tahunan saja belum cukup menjawab keresahan masyarakat yang setiap hari menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM subsidi.
Mereka berharap Pertamina bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai pola distribusi dan pengawasan penyaluran BBM di lapangan.
Aksi yang melibatkan unsur organisasi kemasyarakatan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Hingga sore hari, dialog antara perwakilan massa dan pihak Pertamina masih berlangsung untuk mencari solusi atas persoalan distribusi BBM yang dikeluhkan warga. (adr)