PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP pada 14–16 September 2026 menyusul kualitas udara yang masih berada pada tingkat berbahaya akibat kabut asap.
“Keputusan memperpanjang PJJ diambil sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik karena paparan udara saat ini masih belum aman untuk aktivitas belajar tatap muka,” kata Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, Senin (14/9/2026).
Kebijakan tersebut ditetapkan setelah hasil pemantauan kualitas udara selama 11–13 September menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Palangka Raya belum mengalami perbaikan signifikan dan masih masuk kategori berbahaya.
“Kondisi kualitas udara terus kami pantau setiap hari. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya,” ujarnya.
Vico menjelaskan, perpanjangan PJJ merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya yang telah diberlakukan melalui Surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/3952/Disdik.Umpeg/IX/2026 tertanggal 9 September 2026.
“Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah keselamatan dan kesehatan peserta didik. Proses belajar mengajar harus tetap berjalan, namun tidak boleh mengabaikan risiko yang dapat ditimbulkan oleh kualitas udara yang buruk,” tegasnya.
Disdik juga meminta seluruh satuan pendidikan memastikan kegiatan pembelajaran selama PJJ tetap berlangsung efektif sesuai kebutuhan peserta didik, termasuk melalui pemanfaatan berbagai metode pembelajaran daring yang telah disiapkan sekolah.
“Kami berharap sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran sehingga hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meskipun proses belajar dilakukan dari rumah,” lanjutnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya bersama instansi terkait saat ini masih terus memantau perkembangan kabut asap dan kondisi kualitas udara untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penyesuaian sistem pembelajaran apabila situasi membaik.
“Keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan peserta didik tetap menjadi prioritas utama. Jika kualitas udara menunjukkan perbaikan, maka kebijakan pembelajaran akan kembali disesuaikan,” pungkas Vico. (adr)


